BAB I

PENDAHULUAN

Manajer pendidikan tidak dapat melepaskan keterkaitannya dengan pihak-pihak yang turut bertanggung jawab erhadap pendidikan, yaitu keluarga, masyarakat, sekolah dan pemerintah. untuk mendapat dukungan pihak lain dalam mengelola sekolah, manajer sekolah harus melakukan negosiasi. Manajer pendidikan perlu bernegosiasi untuk mendapatkan kesepakatan dalam pemecahan masalah bersama dengan prinsip saling menguntungkan atau win-win solution, terutama ketika rapat negosiasi dengan stakholders pendidikan khususnya komite sekolah.Jika negosiasi telah dilakukan maka terjadi dua kemungkinan: (1) Kesepakatan, dan (2) Konflik.

  1. A.     Pengertian Negosiasi

Negosiasi menurut Hendraman dan Srie Haryati Martono (2002) adalah serangkaian diskusi antar individu atau kelompok dengan latar belakang yang berbeda untuk mendapatkan kesepakatan. Konflik menutur Gibson,et al (2009) dapat disebut sebuah pencarian kolaboratif untuk mendapatkan usaha kolaboratif untuk menciptakan nilai-nilai yang disepakati bersama. Negosiasi adalah proses tawar-menawar melalui perundingan untuk mencapai kesepakatan bersama.

  1. B.     Manfaat Negosiasi

Negosiasi bermanfaat untuk :

  1. Mendapatkan keefektifan dan efesiensi dalam mencapai tujuan;
  2. Kesepakatan bersama yang saling menguntungkan;
  3. Menjembatani perbedaan pandangan yang bernegosiasi untuk mencegah konflik;
  4. Menyepakati tujuan bersama.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.     Macam Negosiasi

Negosiasi terdiri atas dua macam, yaitu Kompetitif atau distributif dan Kooperatif atau integratif. Kompetitif atau distributif adalah suatu negosiasi yang menghasilkan ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang. sedangkan Kooperatif atau integratif adalah negosiasi yang menghasilkan kemenangan(keuntungan) untuk pihak-pihak yang bernegosiasi.

Negosiasi terjadi dalam empat macam, yaitu: (1) saya kalah, anda kalah, (2) saya menang, anda kalah, (3) saya kalah, anda menang, (4) saya menang, anda menang. kejadian nomor empat merupakan hail negosiasi terbaik.

Perbedaan Negosiasi Kompetitif dan Negosiasi Kooperatif

No

Negosiasi Kompetitif

Negosiasi Kooperatif

1 Ada pihak yang kalah (pihak dirugikan) Semua pihak menang (saling Menguntungkan)
2 Minat kedua pihak saling bertentangan Minat kedua pihak ada kesamaan
3 Strategi pemaksaan kehendak Strategi saling menghargai kehendak
4 Individualistis Kerja sama
  1. B.     Tehnik Bernegosiasi  Menang- Menang

Tehnik untuk melakukan negosiasi yang menghasilkan menang- menang sebagai berikut:

  1. Arahkan diri anda untuk menciptakan negosiasi menang-menang.
  2. Rencanakan dan miliki strategi yang konkrit.
  3. Kenali alternatif terbaik dalam untuk bernegosiasi.
  4. Pisahkan pihak yang diajak bernegosiasi dengan masalah pribadi.
  5. Fokuskan diri anda pada minat, bukan posisi anda.
  6. Ciptakan alternatif-alternatif yang saling menguntungkan.
  7. Cari berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
  8. Pusatkan perhatian selama proses negosiasi.
  9. Terapkan teori komunikasi yang efektif.
  10. Esensi dan negosiasi adalah kesepakatan ( Anonim, 2002)
  1. C.     Konflik Dalam Organisasi
    1. Definisi

Konflik adalah pertentangan antara dua atau lebih terhadap satu hal atau lebih dengan sesama anggota organisasi atau dengan organisasi lain, dan pertentangan dengan hati nurani sendiri.

  1. Tujuan

Konflik bertujuan untuk mendapat dan memperkuat kekuasaan atau keuntungan, baik pribadi maupun kelompok yang disebut politik belah bambu. dan bertujuan untuk meningkatkan kemesraan kelompok melalui solusi terbaik dan menimbulkan dinamika pencapaian yang lebih baik.

  1. D.    Bentuk Konflik

Konflik merupakan proses alamiah yang terjadi dalam setiap organisasi sekaligus merupakan dinamika organisasi dan kehidupan pribadi anggota organisasi dengan demikian, dalam setiap organisasi dan individu selalu terjadi konflik. Konflik dapat terjadi dalam lima bentuk, yaitu:

  1. 1.      Konflik dengan diri sendiri (konflik dengan hati nurani sendiri) atau interpersonal.
  2. 2.      Konflik diri sendiri dengan seseorang atau interpersonal.
  3. 3.      Konflik diri sendiri dengan kelompok atau antarpersonal.
  4. Konflik kelompok dengan kelompok alam satu organisasi atau intergrup.
  5. 5.      Kelompok antar organisasi atau antargrup.
  1. E.     Penyebab Konflik

Konflik dengan diri sendiri dapat terjadi karena adanya tindakan yang bertentangan dengan hati nuraninya, ketidak pastian mengenai kebutuhan yang harus dipenuhi, konflik peranan, komflik kepribadian, dan konflik tugas diluar kemampuannya.

(1)   Konflik diri sendiri dengan seseorang dapat terjadi karena perbedaan peranan (atasan dengan bawahan), kepribadian dan kebutuhan.

(2)    Konflik diri sendri dengan kelompok dapat terjadi karena individu tersebut mendapat tekanan dari kelompoknya.

(3)    Konflik kelompok dengan kelompok dalam sebuah organisasi dapat terjadi karena ambisi salah satu atau kedua kelompok untuk lebih berkuasa.

(4)    Konflik antarrganisasi dapat terjadi karena perebuta kekuasaan, baik ekonomi maupun politik.

  1. F.      Strategi Mengatasi Konflik

Frost dan Wilmot mengidentifikasikan empat strategi untuk mengatasi konflik, yaitu sebagai berikut:

  1. Menghindar
  2. Eskalasi
  3. Reduksi
  4. Pemeliharaan.

Sementara Dunnete (1976) memberikan lima strategi untuk mengatasi konflik dalam lima kemungkinan, yaitu sebagai berikut:

  1. Jika kerja sama rendah dan kepuasan diri sendiri tinggi maka gunakan pemaksaan;
  2. Jika kerja sama rendah dan kepuasan diri sendiri rendah maka penghindaran;
  3. Jika kerja sama dan kepuasan diri sendiri seimbang maka gunakan kompromi;
  4. Jika kerja sama tinggi dan kepuasan diri sendiri tinggi maka gunakan kolaboratif; dan
  5. Jika kerja sama tinggi dan kepuasan diri sendiri rendah maka gunakan penghalusan.
  1. G.    Hasil Konflik

Konflik kelompok dengan kelompok dapat menghasilkan :

  1. Kalah- kalah, kedua kelompok mengalami kerugian.
  2. Kalah- Menang, Kelompok yang kalah rugi dan yang menang untung.
  3. Menang- kalah, Kelompok yang menang untung dan yang kalah rugi.
  4. Menang- Menang, kedua kelompok saling menguntungkan setelah melalui kompromi atau kolaborasi.
  1. H.    Hubungan Konflik Dengan Keefektifan Organisasi

Jika konflik terjadi berkepanjangan dan selalu dipikirkan dan dirasakan serius oleh atau mereka yang berkonflik, maka timbullah stres. Penyebab stres dan dampaknya bagi rohani (prilaku dan kognitif) dan jasmani.

  1. I.       Praktik Negosiasi dan Konflik
    1. Praktik Negosiasi

Husaini Usman (1997:19) menyatakan bahwa rendahnya negosiasi pendidikan ditunjukkan oleh kurang berhasilnya manajer pendidikan mengajak dan bersepakat dengan pengusaha didunia usaha dan industri serta pihak pemerintah, dalam hal ini dinas tenaga kerja di daerah-daerah untuk bermitra dengan dunia usaha dan industri dengan prinsip saling menguntungkan. dunia pendidikan dihadapkan pada peluag sekaligus tantangan untuk menghasilkanlulusan yang trampil bernegosiasi menang menang dalam kompetisi yang semakin ketat dipasar APEC tahun 2010 dan dipasar bebas tahun 2020 nanti. jika bangsa kita tidak pandai bernegosiasi , secara hipotetik maka kita akan kalah dengan bangsa lain. bahkan mungkin kita menjadi kuli dinegri sendiri. modal utama agar negosiasi dapat berhasil adalah ketrampilan berkomunikasi.

  1. Praktik Konflik

Konflik bagi bangsa indonesia tidak dapat dielakkan kerena bangsa indonesia dilahirkan dalam kemajemukan yang penuh dengan sejarah konflik primordial yang berkepanjangan, khususnya konflik horizontal. terdapat tiga jenis konflik horizontal yang serig terjadi, yaitu :

(1)   Konflik antar agama , sering kali timbul kepermukaan secara telanjang seperti pembakaran tempat- tempat ibadah, tetapi kadang- kadang sangat halus menjalar kepermukaan melalui kekuasaan elit partai dan pejabat pemerintah dari agama tertentu, contohnya kasus Ambon dan Maluku.

(2)   Konflik antareknis (ras atau suku) atau konflik antar penduduk asli dengan pendatang.

(3)   Konflik antar pribumi dan nonpribumi. Belanda ketika menjajah menerapkan politik adu domba etnis di indonesia.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan :

Dari pembahasan diatas dapat kita ambil beberapa kesimpulan, antara lain:

  1. Negosiasi yang terbaik untuk dapat kita terapkan dalam organisasi adalah negosiasi yang menghasilkan menang- menang, yang merupakan dua belah pihak atau kelompok saling menguntungkan dan tidak ada yang merasa dirugikan.
  2. Dapat kita simpulkan bahwa manfaat dari negosiasi adalah dapat menjembatani perpedaan cara berfikir dan sudut pandang sehinggga dapat mengambil keputusan sesuai dengan kesepakatan bersama dan tidak ada yang dirugikan.

DAFTAR PUSTAK

Usman Husein, (2013) Manajeman Teori dan Prektik. Bumi Aksara. Jakarta