BAB I

PENDAHULUAN 

  1. A.              Latar Belakang

Manusia adalah makhluk multidimensional. Oleh karena itu, banyak julukan-julukan yang diberikan kepadanya, manusia sebagai makhluk ekonomi, makhluk sosial, makhluk berfikir,

Makhluk bekerja atau bermain, makhluk yang mengunakan alat, makhluk yang suka bersenag-senang, dan makhluk organisasianal. Manusia adalah makhluk organisasi, Begitu  ia di lahirkan kedunia. ia menjadi anggota organisasi dalam keluarga, anggota organisasi rukun tetangga, warga, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan warga negara indonesia, bahkan menjadi warga dunia. Ketika usia sekolah, manusia memasuki sekolah, dan ia menjadi  anggota organisasi sekolah, setelah lulus dan bekerja  ia menjadi anggota organisasi di tempat kerjanya.

Manusia adalah makhluk organisasional karena sejak lahir manusia tidak dapat hidup sendiri tampa bantuan orang lain. Organisasi di bentuk untuk kepentingan manusia, organisasi sebenarnya diciptakan untuk orang, bukan orang untuk organisasi, organisasi bukan tujuan, melainkan alat bagi manusia untuk mencapai tujuan.  Organisasi merupakan  bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan dan penghidupan manusia. Setiap hari manusia berhubungan dengan organisasinya.

B. Tujuan Dan Manfaat Organisasi

Manusia perlu  beorganisasi dengan tujuan dan manfaat  untuk:

  1. Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya yang di miliknya dalam mencapai tujuannya.
  2. Mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien  karena dikerjakan bersama-sama (motif pencapai tujuan).
  3. Wadah manfaat sumber daya dan teknologi bersama-sama.
  4. Wadah mengembangkan potensi yang dimiliki  oleh seseorang (motif berprestasi).
  5. Wadah mendapatkan jembatan pembagian kerja.
  6. Wadah mengelola lingkungan bersama-sama.
  7. Wadah mencari keuntungan bersama-sama (motif uang).
  8. Wadah memenuhi kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks.
  9. Wadah menambah pergaulan dan
  10. Wadah menambah waktu luang.

BAB II

PENGORGANISASIAN DAN ORGANISASI

 

  1. A.     Pengertian

Pengorganisasian menurut Handoko, (2003) ialah pengaturan kerja bersama sumber daya keuangan fisik, dan manusia dalam organisasi. Pengorganisasian merupakan  penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang di milikinya, dan lingkungan yang di lingkupinya.

Organisasi berasal dari bahasa Latin, organum  yang berupa alat, bagian anggota badan. Organisasi menurut Weber (1968) dalam stoner dan Freeman (1995) adalah struktur birokrasi.

Organisasi menurut pendapat Wendrich, et al. (1988) adalah proses mendesain  kegiatan-kegiatan dalam struktur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, Sedangkan Sutarto (1995) mendefinisikan organisasi sebagai kumpulan orang, proses pembagian kerja, dan system kerja sama atau system social. Jones (1995) Mendefinisikan organisasi sebagai respons terhadap makna nilai-nilai nkreatif untuk memuaskan kebutuhan manusia.

Berdasarkan berbagai para pendapat  tentang organisasi di atas, dapat di simpulkan bahwa yang disebut organisasi ialah proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Jadi  dalam setiap organisasi terkandung tiga unsur yaitu:

  1. Kerja sama
  2. Dua orang atau lebih, dan
  3. Tujuan yang hendak tercapai.

Dalam proses kerja sama dua orang atau lebih terdapat bermacam-macam individu didalam organisasi. Manusia dalam organisasi  berinteraksi, baik dengan sesama individu maupun dengan kelompok atau organisasinya.

Masalah-masalah yang sering timbul dalam organisasi antara lain:

Persaingan negatif, induvidu-individu yang tersembunyi di balik kelompok, keinginan untuk mendapat dalam rangka menjaga keharmonisan.

  1. B.     Organisasi Sebagai Sistem Sosial

a. Definisi

system adalah subsistem-subsistem yang saling berinteraksi, berkorelasi, dan berdependensi yang membentuk kesatuan utuh melebihi jika subsistem-subsistem bekerja sendiri-sendri (sinergik). Sinerjik ibarat seikat sapu lidi. Jika lidi itu bekerja sendiri-sendiri, maka hasilnya akan lebih sedikit di bandingkan kalau di ikat bersama-sama. Jika lidi-lidi itu disatukan menjadi sebuah sapu lidi maka akan sulit di patahkan.

Dalam system berlaku sembonyan bercerai kita runtuh, bersatu kita teguh. Dalam suatu system, apabila salah satu subsistemnya berubah, maka akan dapat berubah system itu secara keseluruhan. Sebagai contoh, penyusunan jadwal kuliah merupakan suatu system. Jika salah satu seorang dosen minta diubah jam kuliahnya maka akan memengaruhi jam kuliah dosen lainnya secara menyeluruh.

b. Tujuan

Tujuan mempelajari organisasi sebagai system yaitu:

(1)   Untuk mengetahui factor-faktor social yang dapat memengaruhi keekfektifan organisasi,

(2)   Mengendali factor-faktor social tersebut,

(3)   Memberikan keterangan mengenai perubahan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki system,

(4)   Agar dalam memecahkahkan masalah organisasi tidak terkotak-kotak, atau sepotong-potong, tetapi utuh dan menyeluruh.

c. Sistem Sosial Terbuka

Sistem terbagi dua yaitu tertutup dan terbuka. Sistem tertutup adalah system yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya.  Sebaliknya system  terbuka adalah system yang berinteraksi dengan lingkungannya.

Organisasi sebagai system social dipengaruhi, baik oleh lingkungan interaksi, maupun lingkungan eksternal organisasi. Lingkungan eksternal organisasi bersifat langsung (mikro) dan tidak langsung (makro).

Sekolah sebagai system sosial terbuka, menurut Getzels (1958) merupakan system social terbuka yang memengaruhi lingkungannya, Organisasi sebagai suatu system social memiliki dua dimensi, yaitu dimensi nomotetis atau sosiologis dan idiografis atau psikologis.

Individu adalah anggota organisasi atau perseorangan. Kepribadian ialah keterampilan social atau ciri khas seseorang yang terdapat dalam individu, diposisi kebutuhan adalah keinginan-keinginan individu yang tidak terbatas. Dalam organisasi sebagai system social terjdi konflik-konflik karena terdiri atas individu-individu. Setiap individu memiliki kepribadiannya masing-masing, karena tidak ada individu yang sama  persis kepribadiannya.

Konflik-konflik yang timbul dalam organisasi berupa konflik antara lembaga dengan individu. Contohnya lembaga sekolah membuat aturan-aturan sedangkan individu ingin bebas. Contoh lainnya sekolah menginginkan perubahan perubahan dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah, tetapi individu-individu menginginkan status quo. Dalam hal ini ternyata manusia itu paradks, mau hidup bersama (kolektif) tetapi mementingkan diri sendiri ( individualistis) atau tidak mau diatur.

  • Desain Struktur Organisasi

Struktur berkenaan dengan pekerjaan, sedangkan pekerjaan mempengaruhi prilaku orang-orang yang ada dalam organisasi.

(1.    Pembagian pekerjaan

Pembagian pekerjaan (division of labor) ialah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab melaksanakan tugasnya masing-masing.

(2.    Departementalisasi

Departementalisasi ialah penggabungan pekerjaan kedalam kelompok-kelompok kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan -kegiatan sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama.

(3.    Delegasi

Delegasi ialah perlimpahan wewenang. Wewenang adalah hak yang di serahkan kepada seseorang didalam organisasi untuk mengambil keputusan. Sedangkan tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugasnya, seorang pemimpin dapat melimpahkan wewenangnya kepada bawahan yang ditunjuk, tetapi tidak boleh melimpahkan tanggung jawabnya kepada bawahan.

 

  1. C.     Macam-Macam Struktur Organisasi

Proses penyusunan struktur organisasi disebut pengorganisasian (organizing).

1.)    Struktur Organisasi Garis (Line Authority Structure)

Organisasi garis merupakan bentuk tertua organisasi dan paling sederhana biasanya terdapat dalam organisasi yang relative kecil. Struktur ini tidak cocok digunakan  dalam organisasi yang besar karena kompleks dan luasnya bidang garapan yang harus di tangani organisasi sehingga memerlukan adanya pendelegasian wewenang kepada bawahannya.

2.)    Struktur Organisasi Garis dan Staf

Organisasi garis dan staf  terdiri atas dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan roda organisasi. Kelompok pertama menjalankan tugas-tugas pokok organisasi untuk mencapai tujuan yang ditempatkan dalam kotak-kotak garis (line), Sedangkan kelompok yang kedua, melakukan tugas-tugas bedasarkan keahliannya yang disebuat staf.

3.)    Organisasi Fungsional

Organisasi fungsional ialah organisasi yang pembagian tugas atas para penjabatnya disesuaiakan dengan bidang keahliannya. Organisasi ini  tidak terlalu menekankan pada hierarki structural, namun lebih menekan pada sifat dan macam fungsi yang akan di laksanakan.

4.)    Organisasi-Organisasi Devinisional

Jika perusahaan cukup besar di tandai dengan banyak jenis jasa dan produksi yang di hasilkan maka struktur organisasi fungsional sudah tidak efektif lagi untuk menjalankan roda organisasi.

5.)    Struktur organisasi komite/Panitia

Organisasi komite/panitia ialah sekumpulan orang yang membentuk satu kelompok yang disebut komite atau panitia.

6.)    Struktur Organisasi Matriks

Organisasi matriks merupakan  penyempurnaaan dari organisasi fungsional. Orang-orang yang tugaskan dalam setiap sel tidak hanya termasuk dalam organisasi fungsional, tetapi dalam dalam organisasi produk.

  • Organisasi sebagai Kultur (kultur organisasi)
  1. a.      Pengertian

Suatu orginisasi dapat dikembang melebihi organisasi lain walaupaun organisasi itu bergerak dalam bidang dan lokasi yang sama.

  1. b.      Tujuan dan manfaat Kultur Organisasi

Kultur organisasi bertujuan dan bermanfaat untuk: identitas organisasi, yang membedakan organisasi satu sama dengan lainnya, perekat kebersamaan seluruh warga organisasi dalam hidup multicultural, juga mencegah konflik hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  1. c.       Organisasi Formal Dan Nonformal

Organisasi sebagai wadah dapat bersifat formal dan dapat pula bersifat nonformal.masing-masing mempunyai tujuan.sebagai pemimpin organisasi yang efektif, ia harus mampu menyemimbangkan tujuan organisasi  formal dengan tujuan organisasi nonformal.

 

  • Organisasi pembelajaran (Learning Organization)

ü      Pengertian

Organisasi pembelajaran adalah organisasi yang semua anggotanya terus meningkatkan kemampuannya untuk mencapai kinerja yang di harapkan. Marquardt (1996) mendefidisikan organisasi pembelajaran ialah suatu organisasi yang berkemanpuan belajar secara kolektif dan terus menerus untuk mengubah dirinya mejadi lebih, memanaj  dan menggunakan pengetahuan untuk kesuksesan organisasinya

ü      Manfaat organisasi pembelajaran

Manfaat organisasi pembelajaran untuk : menghasilkan anggota organisasi yang berkualitas dengan membudayakan peroses pembelajaran didalam meningkatkan kreatifitas, kemampuan entrepreurship, dan otonomi organisasi, mengantisipasi dan mengadaptasi lingkungan yang cepat berubah dan sulit diramalkan, mempercepat pengembangan produk, proses dan pelayanan baru, dan menjadikan organisasi lebih tangguh disetiap level organisasi.

  1. D.    Tipe Organisasi

Membagi organisasi atas dua tipe, yaitu organisasi organis dan organisasi mekanistik.Perbedaan organisasi organis dan organisasi mekanistis. Perbedaan kedua tipe tersebut seperti dalam table berikut.

No

Organis

Mekanistik

1

kompleksitas tinggi kompleksitas rendah

2

Sentralisasi rendah Sentralisasi tinggi

3

Formalitas rendah Formalitas tinggi

4

Stratifikasi rendah Stratifikasi tinggi

5

Produksi rendah Produksi tinggi

6

Adaptasi tinggi Adaptasi rendah

7

Efisiensi rendah Efisiensi tinggi

8

Terbuka Tertutup

9

Spesifikasi kegiatan umum Spesifikasi kegiatan khusus

10

Otoritas menyebar Otoritas terputus

11

Sumber otoritas pada ahlinya Sumber otoritas pada pejabat

12

Aturan sedikit/tak tertulis Aturan banyak tak tertulis

13

Tugas,peran,dan fungsi longgar Tugas,peran,dan fungsi jelas/ketat

14

Gaya manajemen partisipasif Gaya manajemen otoriter

15

Fokus strategi inovasi Fokus strategi efisiensi

16

Budaya komitmen dan hasil Budaya pemenuhan dan tradisional

17

Tugas kritis:mental,otak Tugas kritis:fisik otot

18

Pengambilan keputusan terbesar (networking) Pengambilan keputusan terpusat           (top domn)

19

Manusia beragam Manusia seragam

20

Koordinasi antarpribadi Koordinasi melalui hierarki

21

Hubungan kelompok ke kelompok Hubungan hierarti

22

Sturuktur tim multidisiplin Sturuktur fungsional

23

Bentuk struktur dinamis Bentuk struktur statis

24

Level sedikit Level banyak

25

Kompramitas rendah Kompramitas tinggi

26

Kepuasan kerja tinggi Kepuasan kerja rendah

27

Patermalistik rendah Partimalitis tinggi

 

  1. E.     Penyakit, Gejala, Dan Pengobatan Organisasi

Orang-orang didalam organisasi yang mempunyai penyakit kronis dapat menularkan penyakit kepada rekan sesama anggota organisasi atau rekan diorganisasi lain melalui pergaulan atau komunikasi. Untuk mengatasi penyakit organisasi tersebut, maka penyakit-penyakit organisasi perlu diketahui, diamati,dipelajari,gejala-gejalanya serta dicari cara pengobatannya. Jika penyakit organisasi itu dibiarkian berlarut-larut maka lama-kelamaan organisasi itu akan mati.

  1. F.      Pengembangan Organisasi (Organizational Development)

Pada tahun 1950-an sampai 1960-an muncul sejenis pelatihan baru yang terpaduh dikenal dengan nama pengembangan organisasi (PO). PO. Ialah strategi intervensi yang memanfaatkan proses kelompok untuk berfokos pada budaya organisasi secara menyeluruh dalam rangka melakukan perubahan yang diinginkan. PO diperlukan :

  1. Untuk menanggapi kebutuhan,
  2. Struktur imbalan tidak cukup memperkuat pelatihan konvensional sehingga sering gagal mengalihkan hasil pelatihan ketugas pekerjaan,
  3. Laju perubahan lingkungsn berlangsung sangat cepat mengharuskan organisasi mengembangkan dirinya.

G. Keefektifan Organisasi

Bukti-bukti atau indikator- indikator organisasi bermutu dan efektif antara lain:

(1)   Berfokus pada pelanggan,

(2)   Berfokus pada upaya pencegahan  masalah,

(3)   Investasi pada manusia dan menganggap  manusia sebagai aset organisasi yang tidak ternilai.

(4)   Memiliki strategi untuk mencapai mutu,

(5)   Memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk memperbaiki diri  (responsive),

(6)   Memiliki kebijakan dalam perencanaan mutu terkait  (partisipatif),

(7)   Mebentuk fasilitator yang bermutu (mau dan mampu memimpin proses perbaikan),

(8)   Memiliki strategi evalusi yang objektif dan jelas,

(9)   Memiliki visi dan misi,

(10)           Meningkatkan mutu sebagai kewajiban, tebuka dan

(11)           Bertanggung jawab.

  1. H.    Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengembangan SDM merupakan bagian dari Manajemen SDM. Pengembangan SDM ialah proses meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM. Peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan melalui pengalaman agama. Peningkatan kesejahteraan, peningkatan pendidikan, peningkatan pelatihan, peningkatan kesehatan, peningkatan kesempatan kerja, pengendalikan kependudukan, dan perencanaan karier.

  1. Perubahan Organisasi (Organizational Change)

Perubahan organisasi ialah perpindahan kearah yang lebih baik untuk mempertahankan keberadaan organisasi terhadap tuntutan perubahan zaman.

Perbedaan antara perubahan organisasi (organization change) dengan perkembangan organisasi (organization development) adalah perubahan organisasi berfokus pada individu, didalam organisasi, dan organisasi itu sendiri. Sedangkan perkebangan organisasi ialah perubahan untuk meninggkatkan nilai dan keberdaan sumber daya organisasi seperti pelatihan manajer dalam meningkatkan kompetensinya di bidang pemecahan masalah, pelatihan anggota organisasi pelaku bawahannya.

  1. 1.      Proses Perubahan Organisasi

Perubahan organisasi diawali dengan keadaan organisasi lama, kemudian terjadi kejenuhan yang menyebabkan kebekuan. Perubahan berupa perpindahan dari keadaan lama menjadi baru. Adanya suasana yang menimbulkan rasa segar. Kesegaran menhasilkan  suasana organisasi baru.

  1. 2.      Sikap Manusia Terhadap Perubahan

Sikap manusia terhadap perubahan antara lain mangkir atau bolos, mogok kerja, menuntut, merengut atau berkeluh-kesah, dan yang sangat positif adalah kerja lebih keras, serta menolak serang –serangan. Semua sikap tersebut untuk memenuhi tujuan kepribadinya.

  1. 3.      Resistensi Manusia Terhadap Perubahan.

Manusia ada yang tidak senang dengan perubahan dan perusaha status quo.

Penyebab manusia tidak mau atau menolak perubahan antara lain:  karena merasa sudah mampan, (sudah puas), ingin aman tidak kehilangan penghasilan, jembatan dan sebagainya.

BAB III

PENUTUP 

KESIMPULAN:

Berdasarkan  paparan beberapa devinisi pengorganisasian tersebut dapat di simpulkan bahwa pengorganisasi adalah proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Di samping  perorganisasian juga bermasnfaat untuk mencapai sebuah tujuan.

Manfaat pengorganisasian  bermanfaat untuk mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya yang dimilikinya dalam mencapai tujuannya.

DAFTAR PUSTAKA

Usman, Husaini (2013) manajemen teori praktik. Bumi Aksara  Jakarata.