BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia akan diminta pertanggung jawaban ats kepemimpinannya kelak. Manusia sebagai Pemimpin minimal mampu memimpin dirinya sendiri. setiap organisasi harus ada pemimpinnya, yang secara ideal dipatuhi da disegani bawahannya. organisasi tanpa pimpinan akan kacau balau. Oleh karena itu, harus ada seorang pemompin yang memerintah an mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan individu, kelompok dan organisasi.
Kepemimpinan merupakan salah satu topik terpenting dalam mempelajari dan mempraktikkan manajemen sehingga Gibson, et al., menyebutkan fungsi manajemen (POLC), yaitu planning, organizing, leading, dan controling. alasannya dengan melalui POLC para pemimpin dapat mengarahkan Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian dengan baik.
B. Manfaat Kepemimpinan
Teori kepemimpinan bermanfaat bagi setiap pemimpin dalam menjalankan peranannya sebagai pemimpin pendidikan antara lain sebagai personnal, edukator, manager, administrator, supervisor, social, leader, enterpreneur, dan climator yang disingkat dengan PEMASSLEC.
Sebagai personnal, ia harus memiliki integritas kepribadian dan akhlak mulia, mengembangkan budaya, keteladanan, keinginan yang kuat dalam pengembangan diri, keterbukaan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, kendali diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan, bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.
Sebagai edukator, ia berperan merencanakana, melaksanakan, menilai hasil pelajaran, membimbing dan melatih ( meneliti dan mengabdi kepada masyarakat khususnya bagi dosen).
Sebagai manager, ia melakukan perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Sebagai administrator, ia harus mampu mengelola ketaausahaan sekolah/ madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah.
Sebagai supervisor, ia merencanakan supervisi, melaksanakan supervisi, dan menindaklanjuti hasil supervisi untuk meningkatkan profesionalisme guru.
sebagai seorang yang social, ia bekerja sama dengan pihak lain unyuk kepentingan sekolah , berpartisipasi daam kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang dan atau kelompok orang.
Sebagai leader, ia harus mampu memimpin sekolah dalam rangka pendaya gunaan sumber daya sekolah secara optimal.
Sebagai Enterpreneur, ia harus kreatif (termasuk inovatif), bekerja keras, etos kerja, ulet, dan naluri kewirausahaan.
Sebagai climator, ia harus mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif, yaitu PAKEMB
Peranan kepala sekolah adalah sebagao orang yang memiliki kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial disingkat KEMANA KAU SUSI.
BAB II
KEPEMIMPINAN

A. Pengertian Kepemimpinan, Pemimpin, dan Pimpinan.
Kepemimpinan menyangkut tentang cara atau proses mengarahkan orang lain agar mau berbuat seperti yang pemimpin inginkan. Menurut Gardner (1995) Pemimpin- pemimpin adalah orang- orang menjadi yang cantoh memengaruhi prilaku pengikutnya. secara nyata melalui sejumlah perasaan – perasaan signifikan pengikutnya.menjadi contoh berbeda dengan memberi contoh.
Pemimpin adalah orang yang memimpin orang terpilih sebagai pemimpin. ia terpilih sebagai pemimpin karena memiliki keunggulan kompetitif dan/ atau keunggulan komperatif didlam kelompoknya.
B. Macam Kepemimpinan
Pemimpin dapat bersifat baik formal maupun non formal. pemimpin formal diangkat oleh atasannya dengan surat keputusan resmi, sedangkan pemimpin non formal diangkat oleh anggota lainnya tanpa surat keputusan resmi. seseorang dapat menjadi pemimpin karena memiliki sesuatu kelebihan dibandingkan dengan anggota lainnya.
Kata kunci atau faktor utama dalam banyak definisi kepemimpinan adalah proses memengaruhi ( yukl, 2010). kebanyakan definisi kepemimpinan mencerminkan asumsi bahwa kepemimpinan melibatkan proses pengarus sosial dimana pengaruh diberikan oleh satu orang ( atau kelompok) terhadap orang lain (atau kelompok lain) untuk menyusun kegiatan dan hubungan dalam kelompok atau organisasi.( Reza)
C. Kerangka Perspektif Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang- orang yang menentukan tujuan, motivasi, dan tindakan kepada orang lain. pemimpin adalah orang yang memimpin, pemimpin dapat bersifat resmi ( Formal) dan tidak resmi ( nonformal). Pemimpin resmi diangkat atas dasar surat keputusan resmi dari orang yang mengatakannya. Pemimpin adalah jabatan atau posisi seseorang didalam sebuah organisasi. jadi, yang dimaksud dengan kepemimpinan ialah ilmu dan seni memengaruhi orang atau kelompok untuk bertindak seperti yang diharapkan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
D. Teori Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah urusan semua orang ( leadership is very body’s bisnis) karena setiap manusia adalah pemimpin, minimal memimpin dirinyaa sendiri, serta bertanggung jawab atas kepeimpinanya. ( Reza)
1. Teori Kepemimpinan Klasik
a. Studi Ohio
Penelitian ohio menemukan empat gaya kepemimpinan seperti gambar berikut.
Struktur Rendah Perhatian tinggi
Pemimpin mendorong hubungan kerja sama harmonis dan kepuasan dengan kebutuhan sosial anggota kelompok. Struktur tinggi perhatian tinggi
Pemimpin mendorong mencapai keseimbangan pelaksanaan tugas dan pemeliharaan hubungan kekelompok yang bersahabat.
Struktur rendah perhatian rendah
Pemimin menarik diri dan menempati peranan pasif. Pemimpin membiarkan keadaan sejadinya Struktur tinggi perhatian rendah
Pemimpin memusatkan perhatian hanya kepada tugas. perhatian pada pekerja tidak penting.

b. Studi michigan
Kantor riset angkatan laut mengadakan kontrak kerja sama dengan pusat riset survey universitas michigan untuk mengadakan penelitian. tujuan kerjasama ini adalah untuk meneliti prinsip- prinsip produktifitas kelompok- kelompok dan kepuasan anggota kelompok yang diperoleh dari partisipasi mereka. untuk mencapai tujuan ini, maka tahun 1947 dilakukan penelitian di Newark, New jersey pada perusahaan asuransi prudential.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan pada seksi produksi lebih menyukai; (1) Menerima pengawasan dari pengawas- pengawas mereka yang bersifat terbuka dibandingkan yang terlalu ketat; (2) Sejumlah oturitas dan tanggung jawab yang ada dalam pekerjaan mereka; (3) Memberikan pengawasan terbuka pada bawahannya dibandingkan pengawasan yang ketat; dan (4) Berorientasi pada pekerjaan dari pada produksi ( Likert. 1962).
2. Teori Kepemimpinan Modern
Teori kepemimpinan terdiri atas pendekatan ;(1)Sifat- sifat ,(2)Prilaku, (3)Situasional- kontingensi, dan (4)Pancasila.Teori kepemimpinan diatas bersifat umum. Wexley dan Yulk menyatakan bahwa terdapat beberapa beberapapernyataan untuk menjadi pemimpin yang efektif, yaitu kemampuan yang lebih tinggi dari rata- rata bawahannya, antara lain; (1) Memiliki kecerdasan yang cukup, (2) Memiliki kemampuan berbicara, (3) Memiliki kepercayaan diri (4) Memiliki inisiatif (5) Memiliki motifasi berprestasi, dan (6) Memiliki ambisi.
3. Teori Pendekatan Sifat ( Tratis Appoach Theory)
Pendekatan ini berdasarkan sifat seseorang dengan cara :
1. Membandingkan sifat yang timbul sebagai pemimpin dan bukan pemimpim
2. Membandingkan sifat pemimpin yang efektif dengan pemimpin yang tidak efektif.
Sifat khusus kepemimpinan yang efektif ( Yulk. 2010)
a. Memiliki tenaga yang kuat dan tahan terhadap stress
b. Percaya diri
c. Orientasi pengawasan pada lokasi internal
d. Kematangan emosional
e. Memiliki intergritas kepribadian (kejujuran, prilaku yang konsisten dengan nilai- nilai)
f. Memiliki motifasi berkuasa yang tersosialisasikan
g. Memiliki orientasi pencapaian hasil secara moderat
h. Sedikit kebutuhan untuk berafiliasi.
Sifat – sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang efektif antara lain sebagi berikut;
– Ketakwaan
– Kejujuran
– Kecerdasan
– Keikhlasan
– Kesederhanaan
– Keluasan pandang – Komitmen
– Keahlian
– Keterbukaan
– Keluasan Hubungan sosial
– Kedewasaan
– Keadilan
4. Empat gaya kepemimpinan efektif dan Empat gaya kepemimpinan tidak efektif.
Bureaucrat Developer Bonevolent Executif
Patuh pada peraturan Mencipta Mampu memotifasi orang lain Berorientasi kemasa depan
Loyal Menggunakan orang lain Belajar dari pengalaman Membangkitkan partisipasi bawahan
Memelihara lingkungan dengan peraturan Percaya pada orang lain Efektig untuk memperoleh hasil Berpandang jangka panjang
Mengembangkan bakat orang lain Paham aturan dan metode kerja Memotivasi dengan baik
Bekerja efektif
Tabel. Empat gaya kepemimpinan yang efektif

Deserter Missionary Autocrat Compromiser
Tidak ada rasa keterlibatan Santai Kaki Angin- anginan
Semangat rendah Penolong Diktator Diktator
Sukar diramalkan Lemah Keras Kepala Berpandangan pendek
Tabel. Empat gaya kepemimpinan tidak efektif

Perbedaan sifat- sifat kepemimpinan yang efektif

Stogdill (1948)
Mann (1959)
Stogdill (1974) Lord, Devader& Allinger (1986)
Kirkpatrick & Locke (1951)
• Cerdas
• Waspada
• Mampu Memahami sesuatu
• Bertanggung jawab
• Inisiatif
• Kokoh
• Percaya diri
• Berjiwa sosial
• Cerdas
• Ksatria
• Mampu Mengatur
• Dominan
• Terbuka
• Konservatisme • Pencapaian Hasil
• Kokoh
• Mampu Memahami sesuatu
• Inisiatif
• Percaya diri
• Bertanggung jawab
• Kerja sama
• Toleransi
• Berpengaruh
• Berjiwa sosial
• Cerdas
• Ksatria
• dominan •Mampu mengarahkan
• Motivasi
• Integrasi
• Percaya diri
• Memiliki Kemampuan
• Kognitif
• Mengetahui tugas

E. Pendekatan Prilaku ( Gaya-gaya kepemimpinan)
Beberapa perwujudan prilaku kepemimpin dengan orientasi bawahan ialah
1. Penekanan pada hubungan atasan- bawahan
2. Perhatian pribadi pimpinan pada pemuasan kebutuhan para bawahannya
3. Menerima perbedaan- perbedaan kepribadian, kemampuan dan prilaku yang terdpat dalam diri dan dari para bawahan.
Empat sistem kepemimpinan dalam manajemen Likert:
1. Otoriter yang memeras.
2. Otoriter yang baik.
3. Konsultatif
4. Pertisipatif
F. Kepemimpinan situasional- kontingensi
Pendekatan ini merevisi pendekatan prilaku yang ternyata tidak mampu menjelaskan kepemimpinan yang ideal. pendekatan ini menggambarkan bahwa gaya yang digunakan tergantung dari pemimpinnya sendiri, dukungan pengikutnya dan kondisi yang kondusif.
Pendekatan ini dikenal dengan model:
1. Model Kontigasi Riedle
Model kepemimpinan riedle merupakan dari semua model kontingensinya, bahwa pemimpin akan berhasil menjalankan kepemimpinannya jika menerapkan gaya kepemimpinan yang berbeda disuatu situasi yang berbeda.
Ada tiga sifat situasi yang dapat memengaruhi kearifan kepemimpinan, yaitu:
a. Hubungan pimpinan bawahan yang menguntungkan situasi.
b. Derajat susunan tugas yang menguntungkan situasi.
c. Keadaan formal yang menguntungkan situasi.
2. Model rangkaian kesatuan kepemimpinan Tannenbaun dan Schmidt.
Ada tiga faktor yang dipertimbangkan dalam memilih gaya kepemimpinan yaitu:
a. Kekuatannya sendiri sebagai kepimpin.
b. Kekuatan bawahannya .
c. Kekuatan situasinya.
3. Model kontinum kepemimpinan vroom dan Yetton
Gaya ini terdiri dari tujuh gaya, yaitu:
a. Apakah diperlukan penyelesaian masalah yang lebih rasional dari pada yang lain.
b. Apakah ada informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang baik.
c. Apakah masalahnya dapat diperinci, apakah saya tahu tentang informasi yang diperlukan dimana akan mendapatkannya.
d. Apakah keputusan yang diterima oleh bawahan akan dapat dilaksanakan dan efektif.
e. Jika keputusan diambil sendiri apakah rasional akan benar- benar akan diterima oleh bawahan.
f. Apakah bawahan mengambil bagian dari sasaran yang akan dicapai dalam memecahkan masalah.
g. Apakah pertentangan yang ada diantara bawahan disebabkan oleh keinginan adanya penyelesaian.
Berikut ini disajikan lima gaya pengambilan keputusan yang disarankan Vroom dan Yetton:
a. Tetapkan keputusan sendiri dengan menggunakan yang ada disaat itu.
b. Dapatkan informasi dari bawahan dan selesaikan masalah oleh kita sendiri.
c. Ikut sertakan bawahan yang bersangkutan dengan masalah, minta ide dan sarannya secara sendiri- sendiri.
d. Ikut sertakan bawahan sebagai satu kelompok dapatkan ide dan saran dari mereka.
e. Ikut sertakan bawahan dari kelompok dalam memecahkan masalah.
4. Model Kontengensi Faktor Farris
Prilaku kepemimpinan tergantung lima faktor, yaitu:
a. Wewenang anggota kelompok terhadap masalah.
b. Pentingnya penerimaan dan pemberian keputusan pada pemimpin.
c. Pentingnya penerimaan pada anggota kelompok.
d. Tekanan waktu.
e. Faktor ini memengaruhi hubungan prilaku pemimpin dan pembaharuan kelompok sebagai ukuran kinerja.
5. Model kepemimpinan dinamika kelompok Cartwight dan Zander.
Pendekatan tujuan dan hubungan baik dengan bawahannya. dalam pendekatan tujuan, pemimpin cendrung lebih memerhatikan penyelesaian tugas pekerjaan bawahannya dari pada hubungan baik dari bawahannya. sedangkan pendekatan hubungan baik dari bawahannya.

6. Model kepemimpinan Path Goal Theory
Peranan kepemimpinan adalah menjelaskan kepada bawahannya cara mendapatkan imbalan ( mencapai tujuan individu)
Keefektifan kepemimpinan tergantung dari :
– Kemampuan pemimpin memuaskan kebutuhan bawahannya.
– Kebutuhan pemimpin memberi petunjuk kepada bawahannya
Kepemimpinan Transforming adalah visi, perencanaan, komunikasi dan tindakan kreatif yang memiliki efek positif pada sekelompok orang.
Prilaku kepemimpinan tranforming yaitu:
a. Manajemen diri
b. Komunikasi interpresional.
c. Pembibingan manajeman masalah.
d. Tim dan pengembangan oranisasi.
e. Luwes dalam gaya, peran dan ketrampilan.
Manfaat prilaku kepemimpinan transpormarting , yaitu:
1. Menciptakan dan mengkomunikasikan visi dan tujuan.
2. Melaksanakan pemikiran dan pelaksanaan strategi dan fleksibel
3. Memfasilitasi rekan kerja, bawahan dan perkembangan tim.
4. Memfasilitasi perkembangan organisasi.
5. Melindungi individu dari kekuatan yang merusak.
6. Melindungi organisasi dari kekuatan yang merusak
7. Mencari dan mengkomunikasikan konsensus antar tim.
8. Mengspesifikaasi pedoman hidup, nilai- nilai dan menciptakan budaya.
9. Menciptakan cara pandang.
10. Memotivasi orang- orang untuk bertindak.
Prilaku kepemimpinan transpormasi adalah rangkaian kegiatan berupa memindahkan nilai- nilai budaya sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan.
Prilaku kepemipinan tranforming muncul disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya; Pemimpin sendiri,Pengikut, dan Situasi sekolahnya. ( Menurut Hersey dan Blanchard, 1993)
sedangkan menurut yulk, 2010 menyebutkan bahwa faktor yang memengaruhi kepemimpinan transforming adalah Kriteria sukses, sifat- sifat pemimpin, kekuasaan pemimpin, iklim organisasi sekolah dan komitmen pengikut.
Kepemimpinan transaksional adalah kepemimpinan yang senang memberi ganjaran, dan menerapkan manajemen by excoption secara aktif maupun pasif.
Kepemimpinan tranformasional adalah memengaruhi idealisme- atribut, memengarui idealisme-prilaku, motivasi inspirasi, simulasi intelektual dan mempertimbangkan secara individual. Esensi kepemimpinan tranformasional adalah berbagi kekuasaan ( sharring of power) dengan melibatkan bawahan secara bersama- sama untuk melakukan perubahan. Pemimpin transpormasional sesungguhnya merupakan agent perubahan karena memang erat kaitannya dengan transformasi yang terjadi dalam suatu organisasi. fungsi utamanya adalah berperan sebagai katalis perubahan, bukannya sebagai pengontrol perubahan.
Seorang pemimpin transpormasional memiliki visi yang jelas, memiliki gambaran horistik tentang organisasi dimasa depan ketika semua tujuan dan sasarannya telah tercapai. (covey, 1989 dan petters 1992)
Stimulasi intelektual adalah proses seorang pemimpin untuk meningkatkan kesadaran pengikutnya terhadap masalah- masalah dan memenguruhi pengikutnya untuk memecahkan masalah- masalah itu dengan perspektif yang baru. Perhatian yang individualisasi adalah dukungan, membesarkan hati, dan memberikan pengalaman- pengalaman kepada pengikutnya untuk lebih berprestasi.
Implamentasi modal kepemimpinan transformasional dalam organisasi pendidikan perlu memerhatikan beberapa hal, sebagai berikut:
1. Mengacu pada nilai- nilai agama yang ada dalam organisasi/ instansi khususnya sekolah- sekolah.
2. Disesuaikan dengan nilai- nilai yang terkandung dalam sistem sekolah tersebut.
3. Menggali budaya yag ada dalam sekolah tersebut.
4. Karena sistem pendidikan merupakan suatu subsistem maka harus memperhatikan sistem yang lebih besar yang ada diatasnya seperti sistem negara.
Hubungan gaya kepemimpinan Tim dengan pengembangan tim.
Gaya kepemimpinan tim ada empat :
1. Pengaturan ( Stucturing)
2. Pemecahan masalah ( resolving)
3. Kebersaman ( Colaborating)
4. Pengukuran kinerja ( Validating)
Pengembangan tim dimulai dari pembentukan (farming), kekacauan (storming), penormaan (norming), sampai peningkatan kinerja (performing).

a. Kepemimpinan Prima
Praktik kepemimpinan prima, sistem pendidikan yang hanya menekankan pada kecerdasan intelektual selama ini ternyata telah gagal, seperti yang dinyatakan Nogi & Tingkilisan (2003) bahwa ada empat kegagalan sistem pendidikan kita, yaitu :
– Melahirkan kualitas sumber daya manusia yang kuat.
– Mendidik anak- anak indonesia untuk hidup secara damai dan sejuk
– Memberikan pemerataan pelayanan pendidikan yang bermutu
– Melahirkan anak bangsa yang jujur dan bermoral.
Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa sebagian besar kejahatan termasuk korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dilakukan oleh manusia yang terdidik. walaupun demikian, kegagalan pendidikan bukanlah satu- satunya penyebab kejahatan.Esensi kepemimpinan prima adalah kecerdasan emosional. dengan kecerdasan emosional pemimpin mampu mengelola kekuasaan dan meningkatkan kinerjanya secara optimal serta menularkan kepada bawahannya. keberhasilan kepemimpinan prima tergantung suasana hati (mood)
b. Kepemimpinan Pendidikan
Salah satu kunci yang sangat menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya adalah kepala sekolah. Keberhasilan kepala sekolah dalam mencapai tujuannya secara dominan ditentukan oleh keandalan menejemen sekolah yang bersangkutan, sedangkan keandalan manajemen sekolah sangat dipengarui oleh kapasitas kepemimpinan kepala sekolah. hal ini tidak berarti peranan kepala sekolah hanya sekedar sebagai pemimpin (leader) karena masih banyak peranan yang lainnya. untuk lingkungan pendidikan, kepemimpinan pendidikan adalah kepemimpinan yang fokus pada peningkatan mutu pendidikan.
c. Prinsip Kepemimpinan abad ke-21 (credible)
1. Kepemimpinan harus dapat dipercaya
Untuk menjadi pemimpin yang kredibel, maka setiap pemimpin harus memiliki 6c yaitu : Characteristic, care, composure, caurange, competence,dan conseptual.
Pemimpin yang berkarakter dalam hal ini adalah pemimpin yang jujur, selalu membela yang benar, dan berintegritas. care berarti peduli untuk memenuhi kebutuhan orang lain, terutama bawahannya. Composure adalan tenang menghadapi berbagai tekanan- tekanan . caurage adalah berani mengambil keputusan berdasarkan keyakinannya untuk membela bawahan. Competence adalah sejumlah oengetahuan, sikap, dan ketrampila yang dimiliki individu untuk melaksanakan tugas- tugasnya dalam rangka mencapai tujuan. conseptual adalah pemimpin yang banyak memiliki gagasan(ide) cemerlang yang canggih untuk dapat diterapkan dalam menjalankan kepemimpinannya.
2. Kepemiminan Harus Menggunakan Kebenaran
Logika berkenaan dengan benar atau salah. etika berkenaan dengan baik atau buruk,. estetika berkenaan dengan indah atau jelek. logika ternagi dua yaitu deduktif dan induktif. logika deduktif adalah berfikir dari umum kekhusus. logika induktif adalah berfikir dari khusus ke umum.
3. Kepemimpinan Harus Menggunakan Pengetahuan Nilai Inti Bersama
Pemimpin harus menerapkan nilai inti bersama yang telah disepakati. contoh nilai inti yaitu mutu, kejujuran, keterbukaan, kemandirian, dan lain- lain.
4. Kepemimpinan Harus Menghasilkan visi yang baik
Pemimpi harus memiliki visi , yaitu kemana organisasi hendak dibawa, visi adalah mimi yang menantang dan dapat diwujudkan.
5. Kepemimpinan Harus Berdasarkan Data yang Benar.
Pemimpin harus menggunakan data yang benar yang dapat dipercaya untuk mengambil keputusan atau untuk melakukan perencanaan. data yang salah akan menghasilkan keputusan atau perencanaan yang salah pula. perencanaan yang salah artinya sama dengan merencanakan kegagalan.
6. Kepemimpinan harus berjalan dengan instripeksi dan refleksi.
Pemimpin harus mampu menginstropeksi dirinya dan melakukan refleksi atas tindakan kepemimpinannya. pemimpin harus selalu belajar dari pengalaman karena pengalaman adalah guru yang terbaik.
BAB III
KEKUASAAN

A. Konsep Kekuasaan.
Kekuasaan (power) banyak digunakan dalam literatur manajemen, tetapi ada semacam kerancuan definisinya karena sering ada istilah seperti pengaruh dan wewenang. kekuasaan adalah daya, perbedaan antara kekuasaan dengan wewenang adalah kekuasaan merupakan kemampuan, sedangkan wewenang merupakan hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan agas tugas dan tanggng jawab dapat dilaksanakan dengan baik.
Kepemimpinan adalah setiap usaha untuk memengaruhi, sementara kekuasaan adalah suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin tersebut. kekuasaan merupakan suatu sumber yang memungkinkan seorang pemimpin mendapat hak untuk mengajak atau memengaruhi orang lain.
B. Model Kepemimpinan
Bush (2008) membagi model kepemimpinan atas sembilan model, yaitu : Manajerial, Partisipatif, transformasional, interpersonal, transaksional, postmodern, kontingensi, moral dan pembelajaran.
C. Kecerdasan Kepemimpinan Pendidikan.
Ada sembilan kepemimpinan pendidikan, yaitu sebagai berikut :
1. Kecerdasan etika,
2. Kecerdasan spiritual,
3. Kecerdasan Operasional,
4. Kecerdasan emosional,
5. Kecerdasan kolega,
6. Kecerdasan reflektif
7. Kecerdasan pedagogok.dan
8. Kecerdasan sistematik.
D. Mutu- Mutu Kepemimpinan
Mutu kepemiminan adalah atibut- atribut atau sifat- sifat yang dimiliki oleh pemimpinan yang berkualitas. Sadler (1997) mengidentifikasi mutu personal meliputi lima kelompok utama, yaitu:
1. Sifat- sifat kepribadian
2. karakter
3. Temperamen
4. Kemampuan kognitif
5. Bakat khusu dan ketrampilan- ketrampilan.
E. Kepemimpinan Mutu
mutu adalah kepemimpinan yang selalu ingin sesuatu yang sempurna atau terbaik. Pentingnya keberadaan kepemimpinan mutu untuk melaksanakan peningkatan mutu tidak dapat diabaikan. tanpa kepemimpinan yang bermutu, sulit untuk meningkatkan mutu.
BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN :
Dari beberapa kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Banyak para ahli yang punya perspektif masing- masing tentang definisi kepemimpinan.
2. Bebagai macam gaya kepemimpinan dapat kita ketahui baik itu menurut para ahli maupun menurut bidang ilmu kepemimpinan itu sendiri.
3. Pemimpi punya gaya tersendiri dalam memimpin suatu perusahaan, organisasi dan instansi. baik itu bawaan dari lahir maupun gaya yang diciptakan sendiri.
4. Setiap pemimpin tidak memiliki gaya yang sama dalam menjalankan kepemimpinannya. namun ada juga beberapa pemimpin yang menggunakan gaya yang sama secara kebetulan saja.

DAFTAR PUSTAKA

Usman Husein, (2013) Manajeman Teori dan Prektik. Bumi Aksara. Jakarta