.

KITA DAN EMOSI

Siapapun bisa marah, karena arah itu sesungguhnya gampang. Akan tetapi, memarahi orang  yang tepat, pada waktu yang pas, dengan kadar yang sesuai, untuk tujuan yang benarn dan dengan cara yang baik, bukanlah hal yang mudah.

Marah adalah salah satu jenis emosi manusia. Jenis- jenis emosi itu bisa sering kali kita rasakan secara bersamaan. karena memang begitulah kodratnya. Satu jenis emosi, seperti marah, bisa bercampurdengan jenis emosi yang lain, misalnya takut. emosi juga begitu cepat berubah.

Kita cukup beruntung karena dibalik emosi tersimpan potensi kecerdasan. Kecerdasan emosi (emotional quotient, emotional intelligence) marak semenjak pertengahan dasawarsa ’90-an. Daniel Goleman, seorang pakar asal Amerika Serikat (AS), adalah orang yang berjasa mengenalkan gagasan ini kepada dunia. Goleman menjelaskan, kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi, baik saat menghadapi diri sendiri maupun tatkala berhubungan dengan orang lain.

Mengenali Emosi

Emosi bersemanyam didalam diri kita. mengenali kondisi diri kita ketika emosi muncul adalah dasar kecerdasan emosional. Pengenalan itu berpengaruh kepada tanggapan atas emosi tersebut. Dengan demikian, tanggapan yang berupa perbuatan, ucapan, atau bahasa tubuh pun menjadi terkendali.

Goleman menyebutkan hal ini sebagai kesadaran diri, yaitu kemampuan seseorang untuk mengetahui perasaannya dan menggunakannya sebagai bahan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri. Kesadaran diri juga membuat orang itu memiliki tolak ukur yang sesuai dengan kemampuan kita, alias tidak berlebi-lebihan dalam mengukur diri.

Kesadaran diri adalah salah satu kunci sukses orang-orang besar, seperti yang dialami Robbie Williams, seorang penyanyi, Penulis lagu, dan produsen rekaman, asal ingris. Pada mulanya, williams adalah anggota kelompok Vocal Take That yang sangat populer pada akhir dasawarsa ’90-an.  sebagai sebuah kelompok, popularitas pun  harus dibagi-bagi kepada setiap anggota.

Williams merasa bahwa hasratnya untuk menjadi musisi besar tidak akan tercapai jika ketenarannya harus dibagi- bagi. ia juga merasa bahwa kelompoknya hanya memainkan jenis musik yang itu-itu saja. hanya ada satu matahari di dunia ini, kata pepatah, dan williams mengamininya. Akhirnya, Williams memutuskan untuk mundur dari kelompok yang telah membesarkannya itu. padahal, ketika itu Take That tengah berada dijalur kesuksesan, terutama dengan lagu Back for Good.

Meskipun  jiwanya sempat tertekan, tiada kata menyerah dalam kamus williams. ia meneguhkan hati untuk bersolo karir dengan tekun, khususnya membuat lagu dan bekerja sama dengan para musisi yang telah berpengalaman.

NEGOSIASI DAN KONFLIK

BAB I

PENDAHULUAN

Manajer pendidikan tidak dapat melepaskan keterkaitannya dengan pihak-pihak yang turut bertanggung jawab erhadap pendidikan, yaitu keluarga, masyarakat, sekolah dan pemerintah. untuk mendapat dukungan pihak lain dalam mengelola sekolah, manajer sekolah harus melakukan negosiasi. Manajer pendidikan perlu bernegosiasi untuk mendapatkan kesepakatan dalam pemecahan masalah bersama dengan prinsip saling menguntungkan atau win-win solution, terutama ketika rapat negosiasi dengan stakholders pendidikan khususnya komite sekolah.Jika negosiasi telah dilakukan maka terjadi dua kemungkinan: (1) Kesepakatan, dan (2) Konflik.

  1. A.     Pengertian Negosiasi

Negosiasi menurut Hendraman dan Srie Haryati Martono (2002) adalah serangkaian diskusi antar individu atau kelompok dengan latar belakang yang berbeda untuk mendapatkan kesepakatan. Konflik menutur Gibson,et al (2009) dapat disebut sebuah pencarian kolaboratif untuk mendapatkan usaha kolaboratif untuk menciptakan nilai-nilai yang disepakati bersama. Negosiasi adalah proses tawar-menawar melalui perundingan untuk mencapai kesepakatan bersama.

  1. B.     Manfaat Negosiasi

Negosiasi bermanfaat untuk :

  1. Mendapatkan keefektifan dan efesiensi dalam mencapai tujuan;
  2. Kesepakatan bersama yang saling menguntungkan;
  3. Menjembatani perbedaan pandangan yang bernegosiasi untuk mencegah konflik;
  4. Menyepakati tujuan bersama.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.     Macam Negosiasi

Negosiasi terdiri atas dua macam, yaitu Kompetitif atau distributif dan Kooperatif atau integratif. Kompetitif atau distributif adalah suatu negosiasi yang menghasilkan ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang. sedangkan Kooperatif atau integratif adalah negosiasi yang menghasilkan kemenangan(keuntungan) untuk pihak-pihak yang bernegosiasi.

Negosiasi terjadi dalam empat macam, yaitu: (1) saya kalah, anda kalah, (2) saya menang, anda kalah, (3) saya kalah, anda menang, (4) saya menang, anda menang. kejadian nomor empat merupakan hail negosiasi terbaik.

Perbedaan Negosiasi Kompetitif dan Negosiasi Kooperatif

No

Negosiasi Kompetitif

Negosiasi Kooperatif

1 Ada pihak yang kalah (pihak dirugikan) Semua pihak menang (saling Menguntungkan)
2 Minat kedua pihak saling bertentangan Minat kedua pihak ada kesamaan
3 Strategi pemaksaan kehendak Strategi saling menghargai kehendak
4 Individualistis Kerja sama
  1. B.     Tehnik Bernegosiasi  Menang- Menang

Tehnik untuk melakukan negosiasi yang menghasilkan menang- menang sebagai berikut:

  1. Arahkan diri anda untuk menciptakan negosiasi menang-menang.
  2. Rencanakan dan miliki strategi yang konkrit.
  3. Kenali alternatif terbaik dalam untuk bernegosiasi.
  4. Pisahkan pihak yang diajak bernegosiasi dengan masalah pribadi.
  5. Fokuskan diri anda pada minat, bukan posisi anda.
  6. Ciptakan alternatif-alternatif yang saling menguntungkan.
  7. Cari berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
  8. Pusatkan perhatian selama proses negosiasi.
  9. Terapkan teori komunikasi yang efektif.
  10. Esensi dan negosiasi adalah kesepakatan ( Anonim, 2002)
  1. C.     Konflik Dalam Organisasi
    1. Definisi

Konflik adalah pertentangan antara dua atau lebih terhadap satu hal atau lebih dengan sesama anggota organisasi atau dengan organisasi lain, dan pertentangan dengan hati nurani sendiri.

  1. Tujuan

Konflik bertujuan untuk mendapat dan memperkuat kekuasaan atau keuntungan, baik pribadi maupun kelompok yang disebut politik belah bambu. dan bertujuan untuk meningkatkan kemesraan kelompok melalui solusi terbaik dan menimbulkan dinamika pencapaian yang lebih baik.

  1. D.    Bentuk Konflik

Konflik merupakan proses alamiah yang terjadi dalam setiap organisasi sekaligus merupakan dinamika organisasi dan kehidupan pribadi anggota organisasi dengan demikian, dalam setiap organisasi dan individu selalu terjadi konflik. Konflik dapat terjadi dalam lima bentuk, yaitu:

  1. 1.      Konflik dengan diri sendiri (konflik dengan hati nurani sendiri) atau interpersonal.
  2. 2.      Konflik diri sendiri dengan seseorang atau interpersonal.
  3. 3.      Konflik diri sendiri dengan kelompok atau antarpersonal.
  4. Konflik kelompok dengan kelompok alam satu organisasi atau intergrup.
  5. 5.      Kelompok antar organisasi atau antargrup.
  1. E.     Penyebab Konflik

Konflik dengan diri sendiri dapat terjadi karena adanya tindakan yang bertentangan dengan hati nuraninya, ketidak pastian mengenai kebutuhan yang harus dipenuhi, konflik peranan, komflik kepribadian, dan konflik tugas diluar kemampuannya.

(1)   Konflik diri sendiri dengan seseorang dapat terjadi karena perbedaan peranan (atasan dengan bawahan), kepribadian dan kebutuhan.

(2)    Konflik diri sendri dengan kelompok dapat terjadi karena individu tersebut mendapat tekanan dari kelompoknya.

(3)    Konflik kelompok dengan kelompok dalam sebuah organisasi dapat terjadi karena ambisi salah satu atau kedua kelompok untuk lebih berkuasa.

(4)    Konflik antarrganisasi dapat terjadi karena perebuta kekuasaan, baik ekonomi maupun politik.

  1. F.      Strategi Mengatasi Konflik

Frost dan Wilmot mengidentifikasikan empat strategi untuk mengatasi konflik, yaitu sebagai berikut:

  1. Menghindar
  2. Eskalasi
  3. Reduksi
  4. Pemeliharaan.

Sementara Dunnete (1976) memberikan lima strategi untuk mengatasi konflik dalam lima kemungkinan, yaitu sebagai berikut:

  1. Jika kerja sama rendah dan kepuasan diri sendiri tinggi maka gunakan pemaksaan;
  2. Jika kerja sama rendah dan kepuasan diri sendiri rendah maka penghindaran;
  3. Jika kerja sama dan kepuasan diri sendiri seimbang maka gunakan kompromi;
  4. Jika kerja sama tinggi dan kepuasan diri sendiri tinggi maka gunakan kolaboratif; dan
  5. Jika kerja sama tinggi dan kepuasan diri sendiri rendah maka gunakan penghalusan.
  1. G.    Hasil Konflik

Konflik kelompok dengan kelompok dapat menghasilkan :

  1. Kalah- kalah, kedua kelompok mengalami kerugian.
  2. Kalah- Menang, Kelompok yang kalah rugi dan yang menang untung.
  3. Menang- kalah, Kelompok yang menang untung dan yang kalah rugi.
  4. Menang- Menang, kedua kelompok saling menguntungkan setelah melalui kompromi atau kolaborasi.
  1. H.    Hubungan Konflik Dengan Keefektifan Organisasi

Jika konflik terjadi berkepanjangan dan selalu dipikirkan dan dirasakan serius oleh atau mereka yang berkonflik, maka timbullah stres. Penyebab stres dan dampaknya bagi rohani (prilaku dan kognitif) dan jasmani.

  1. I.       Praktik Negosiasi dan Konflik
    1. Praktik Negosiasi

Husaini Usman (1997:19) menyatakan bahwa rendahnya negosiasi pendidikan ditunjukkan oleh kurang berhasilnya manajer pendidikan mengajak dan bersepakat dengan pengusaha didunia usaha dan industri serta pihak pemerintah, dalam hal ini dinas tenaga kerja di daerah-daerah untuk bermitra dengan dunia usaha dan industri dengan prinsip saling menguntungkan. dunia pendidikan dihadapkan pada peluag sekaligus tantangan untuk menghasilkanlulusan yang trampil bernegosiasi menang menang dalam kompetisi yang semakin ketat dipasar APEC tahun 2010 dan dipasar bebas tahun 2020 nanti. jika bangsa kita tidak pandai bernegosiasi , secara hipotetik maka kita akan kalah dengan bangsa lain. bahkan mungkin kita menjadi kuli dinegri sendiri. modal utama agar negosiasi dapat berhasil adalah ketrampilan berkomunikasi.

  1. Praktik Konflik

Konflik bagi bangsa indonesia tidak dapat dielakkan kerena bangsa indonesia dilahirkan dalam kemajemukan yang penuh dengan sejarah konflik primordial yang berkepanjangan, khususnya konflik horizontal. terdapat tiga jenis konflik horizontal yang serig terjadi, yaitu :

(1)   Konflik antar agama , sering kali timbul kepermukaan secara telanjang seperti pembakaran tempat- tempat ibadah, tetapi kadang- kadang sangat halus menjalar kepermukaan melalui kekuasaan elit partai dan pejabat pemerintah dari agama tertentu, contohnya kasus Ambon dan Maluku.

(2)   Konflik antareknis (ras atau suku) atau konflik antar penduduk asli dengan pendatang.

(3)   Konflik antar pribumi dan nonpribumi. Belanda ketika menjajah menerapkan politik adu domba etnis di indonesia.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan :

Dari pembahasan diatas dapat kita ambil beberapa kesimpulan, antara lain:

  1. Negosiasi yang terbaik untuk dapat kita terapkan dalam organisasi adalah negosiasi yang menghasilkan menang- menang, yang merupakan dua belah pihak atau kelompok saling menguntungkan dan tidak ada yang merasa dirugikan.
  2. Dapat kita simpulkan bahwa manfaat dari negosiasi adalah dapat menjembatani perpedaan cara berfikir dan sudut pandang sehinggga dapat mengambil keputusan sesuai dengan kesepakatan bersama dan tidak ada yang dirugikan.

DAFTAR PUSTAK

Usman Husein, (2013) Manajeman Teori dan Prektik. Bumi Aksara. Jakarta

PENGORGANISASIAN

BAB I

PENDAHULUAN 

  1. A.              Latar Belakang

Manusia adalah makhluk multidimensional. Oleh karena itu, banyak julukan-julukan yang diberikan kepadanya, manusia sebagai makhluk ekonomi, makhluk sosial, makhluk berfikir,

Makhluk bekerja atau bermain, makhluk yang mengunakan alat, makhluk yang suka bersenag-senang, dan makhluk organisasianal. Manusia adalah makhluk organisasi, Begitu  ia di lahirkan kedunia. ia menjadi anggota organisasi dalam keluarga, anggota organisasi rukun tetangga, warga, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan warga negara indonesia, bahkan menjadi warga dunia. Ketika usia sekolah, manusia memasuki sekolah, dan ia menjadi  anggota organisasi sekolah, setelah lulus dan bekerja  ia menjadi anggota organisasi di tempat kerjanya.

Manusia adalah makhluk organisasional karena sejak lahir manusia tidak dapat hidup sendiri tampa bantuan orang lain. Organisasi di bentuk untuk kepentingan manusia, organisasi sebenarnya diciptakan untuk orang, bukan orang untuk organisasi, organisasi bukan tujuan, melainkan alat bagi manusia untuk mencapai tujuan.  Organisasi merupakan  bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan dan penghidupan manusia. Setiap hari manusia berhubungan dengan organisasinya.

B. Tujuan Dan Manfaat Organisasi

Manusia perlu  beorganisasi dengan tujuan dan manfaat  untuk:

  1. Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya yang di miliknya dalam mencapai tujuannya.
  2. Mencapai tujuan secara lebih efektif dan efisien  karena dikerjakan bersama-sama (motif pencapai tujuan).
  3. Wadah manfaat sumber daya dan teknologi bersama-sama.
  4. Wadah mengembangkan potensi yang dimiliki  oleh seseorang (motif berprestasi).
  5. Wadah mendapatkan jembatan pembagian kerja.
  6. Wadah mengelola lingkungan bersama-sama.
  7. Wadah mencari keuntungan bersama-sama (motif uang).
  8. Wadah memenuhi kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks.
  9. Wadah menambah pergaulan dan
  10. Wadah menambah waktu luang.

BAB II

PENGORGANISASIAN DAN ORGANISASI

 

  1. A.     Pengertian

Pengorganisasian menurut Handoko, (2003) ialah pengaturan kerja bersama sumber daya keuangan fisik, dan manusia dalam organisasi. Pengorganisasian merupakan  penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang di milikinya, dan lingkungan yang di lingkupinya.

Organisasi berasal dari bahasa Latin, organum  yang berupa alat, bagian anggota badan. Organisasi menurut Weber (1968) dalam stoner dan Freeman (1995) adalah struktur birokrasi.

Organisasi menurut pendapat Wendrich, et al. (1988) adalah proses mendesain  kegiatan-kegiatan dalam struktur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, Sedangkan Sutarto (1995) mendefinisikan organisasi sebagai kumpulan orang, proses pembagian kerja, dan system kerja sama atau system social. Jones (1995) Mendefinisikan organisasi sebagai respons terhadap makna nilai-nilai nkreatif untuk memuaskan kebutuhan manusia.

Berdasarkan berbagai para pendapat  tentang organisasi di atas, dapat di simpulkan bahwa yang disebut organisasi ialah proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Jadi  dalam setiap organisasi terkandung tiga unsur yaitu:

  1. Kerja sama
  2. Dua orang atau lebih, dan
  3. Tujuan yang hendak tercapai.

Dalam proses kerja sama dua orang atau lebih terdapat bermacam-macam individu didalam organisasi. Manusia dalam organisasi  berinteraksi, baik dengan sesama individu maupun dengan kelompok atau organisasinya.

Masalah-masalah yang sering timbul dalam organisasi antara lain:

Persaingan negatif, induvidu-individu yang tersembunyi di balik kelompok, keinginan untuk mendapat dalam rangka menjaga keharmonisan.

  1. B.     Organisasi Sebagai Sistem Sosial

a. Definisi

system adalah subsistem-subsistem yang saling berinteraksi, berkorelasi, dan berdependensi yang membentuk kesatuan utuh melebihi jika subsistem-subsistem bekerja sendiri-sendri (sinergik). Sinerjik ibarat seikat sapu lidi. Jika lidi itu bekerja sendiri-sendiri, maka hasilnya akan lebih sedikit di bandingkan kalau di ikat bersama-sama. Jika lidi-lidi itu disatukan menjadi sebuah sapu lidi maka akan sulit di patahkan.

Dalam system berlaku sembonyan bercerai kita runtuh, bersatu kita teguh. Dalam suatu system, apabila salah satu subsistemnya berubah, maka akan dapat berubah system itu secara keseluruhan. Sebagai contoh, penyusunan jadwal kuliah merupakan suatu system. Jika salah satu seorang dosen minta diubah jam kuliahnya maka akan memengaruhi jam kuliah dosen lainnya secara menyeluruh.

b. Tujuan

Tujuan mempelajari organisasi sebagai system yaitu:

(1)   Untuk mengetahui factor-faktor social yang dapat memengaruhi keekfektifan organisasi,

(2)   Mengendali factor-faktor social tersebut,

(3)   Memberikan keterangan mengenai perubahan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki system,

(4)   Agar dalam memecahkahkan masalah organisasi tidak terkotak-kotak, atau sepotong-potong, tetapi utuh dan menyeluruh.

c. Sistem Sosial Terbuka

Sistem terbagi dua yaitu tertutup dan terbuka. Sistem tertutup adalah system yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya.  Sebaliknya system  terbuka adalah system yang berinteraksi dengan lingkungannya.

Organisasi sebagai system social dipengaruhi, baik oleh lingkungan interaksi, maupun lingkungan eksternal organisasi. Lingkungan eksternal organisasi bersifat langsung (mikro) dan tidak langsung (makro).

Sekolah sebagai system sosial terbuka, menurut Getzels (1958) merupakan system social terbuka yang memengaruhi lingkungannya, Organisasi sebagai suatu system social memiliki dua dimensi, yaitu dimensi nomotetis atau sosiologis dan idiografis atau psikologis.

Individu adalah anggota organisasi atau perseorangan. Kepribadian ialah keterampilan social atau ciri khas seseorang yang terdapat dalam individu, diposisi kebutuhan adalah keinginan-keinginan individu yang tidak terbatas. Dalam organisasi sebagai system social terjdi konflik-konflik karena terdiri atas individu-individu. Setiap individu memiliki kepribadiannya masing-masing, karena tidak ada individu yang sama  persis kepribadiannya.

Konflik-konflik yang timbul dalam organisasi berupa konflik antara lembaga dengan individu. Contohnya lembaga sekolah membuat aturan-aturan sedangkan individu ingin bebas. Contoh lainnya sekolah menginginkan perubahan perubahan dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah, tetapi individu-individu menginginkan status quo. Dalam hal ini ternyata manusia itu paradks, mau hidup bersama (kolektif) tetapi mementingkan diri sendiri ( individualistis) atau tidak mau diatur.

  • Desain Struktur Organisasi

Struktur berkenaan dengan pekerjaan, sedangkan pekerjaan mempengaruhi prilaku orang-orang yang ada dalam organisasi.

(1.    Pembagian pekerjaan

Pembagian pekerjaan (division of labor) ialah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab melaksanakan tugasnya masing-masing.

(2.    Departementalisasi

Departementalisasi ialah penggabungan pekerjaan kedalam kelompok-kelompok kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan -kegiatan sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama.

(3.    Delegasi

Delegasi ialah perlimpahan wewenang. Wewenang adalah hak yang di serahkan kepada seseorang didalam organisasi untuk mengambil keputusan. Sedangkan tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugasnya, seorang pemimpin dapat melimpahkan wewenangnya kepada bawahan yang ditunjuk, tetapi tidak boleh melimpahkan tanggung jawabnya kepada bawahan.

 

  1. C.     Macam-Macam Struktur Organisasi

Proses penyusunan struktur organisasi disebut pengorganisasian (organizing).

1.)    Struktur Organisasi Garis (Line Authority Structure)

Organisasi garis merupakan bentuk tertua organisasi dan paling sederhana biasanya terdapat dalam organisasi yang relative kecil. Struktur ini tidak cocok digunakan  dalam organisasi yang besar karena kompleks dan luasnya bidang garapan yang harus di tangani organisasi sehingga memerlukan adanya pendelegasian wewenang kepada bawahannya.

2.)    Struktur Organisasi Garis dan Staf

Organisasi garis dan staf  terdiri atas dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan roda organisasi. Kelompok pertama menjalankan tugas-tugas pokok organisasi untuk mencapai tujuan yang ditempatkan dalam kotak-kotak garis (line), Sedangkan kelompok yang kedua, melakukan tugas-tugas bedasarkan keahliannya yang disebuat staf.

3.)    Organisasi Fungsional

Organisasi fungsional ialah organisasi yang pembagian tugas atas para penjabatnya disesuaiakan dengan bidang keahliannya. Organisasi ini  tidak terlalu menekankan pada hierarki structural, namun lebih menekan pada sifat dan macam fungsi yang akan di laksanakan.

4.)    Organisasi-Organisasi Devinisional

Jika perusahaan cukup besar di tandai dengan banyak jenis jasa dan produksi yang di hasilkan maka struktur organisasi fungsional sudah tidak efektif lagi untuk menjalankan roda organisasi.

5.)    Struktur organisasi komite/Panitia

Organisasi komite/panitia ialah sekumpulan orang yang membentuk satu kelompok yang disebut komite atau panitia.

6.)    Struktur Organisasi Matriks

Organisasi matriks merupakan  penyempurnaaan dari organisasi fungsional. Orang-orang yang tugaskan dalam setiap sel tidak hanya termasuk dalam organisasi fungsional, tetapi dalam dalam organisasi produk.

  • Organisasi sebagai Kultur (kultur organisasi)
  1. a.      Pengertian

Suatu orginisasi dapat dikembang melebihi organisasi lain walaupaun organisasi itu bergerak dalam bidang dan lokasi yang sama.

  1. b.      Tujuan dan manfaat Kultur Organisasi

Kultur organisasi bertujuan dan bermanfaat untuk: identitas organisasi, yang membedakan organisasi satu sama dengan lainnya, perekat kebersamaan seluruh warga organisasi dalam hidup multicultural, juga mencegah konflik hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  1. c.       Organisasi Formal Dan Nonformal

Organisasi sebagai wadah dapat bersifat formal dan dapat pula bersifat nonformal.masing-masing mempunyai tujuan.sebagai pemimpin organisasi yang efektif, ia harus mampu menyemimbangkan tujuan organisasi  formal dengan tujuan organisasi nonformal.

 

  • Organisasi pembelajaran (Learning Organization)

ü      Pengertian

Organisasi pembelajaran adalah organisasi yang semua anggotanya terus meningkatkan kemampuannya untuk mencapai kinerja yang di harapkan. Marquardt (1996) mendefidisikan organisasi pembelajaran ialah suatu organisasi yang berkemanpuan belajar secara kolektif dan terus menerus untuk mengubah dirinya mejadi lebih, memanaj  dan menggunakan pengetahuan untuk kesuksesan organisasinya

ü      Manfaat organisasi pembelajaran

Manfaat organisasi pembelajaran untuk : menghasilkan anggota organisasi yang berkualitas dengan membudayakan peroses pembelajaran didalam meningkatkan kreatifitas, kemampuan entrepreurship, dan otonomi organisasi, mengantisipasi dan mengadaptasi lingkungan yang cepat berubah dan sulit diramalkan, mempercepat pengembangan produk, proses dan pelayanan baru, dan menjadikan organisasi lebih tangguh disetiap level organisasi.

  1. D.    Tipe Organisasi

Membagi organisasi atas dua tipe, yaitu organisasi organis dan organisasi mekanistik.Perbedaan organisasi organis dan organisasi mekanistis. Perbedaan kedua tipe tersebut seperti dalam table berikut.

No

Organis

Mekanistik

1

kompleksitas tinggi kompleksitas rendah

2

Sentralisasi rendah Sentralisasi tinggi

3

Formalitas rendah Formalitas tinggi

4

Stratifikasi rendah Stratifikasi tinggi

5

Produksi rendah Produksi tinggi

6

Adaptasi tinggi Adaptasi rendah

7

Efisiensi rendah Efisiensi tinggi

8

Terbuka Tertutup

9

Spesifikasi kegiatan umum Spesifikasi kegiatan khusus

10

Otoritas menyebar Otoritas terputus

11

Sumber otoritas pada ahlinya Sumber otoritas pada pejabat

12

Aturan sedikit/tak tertulis Aturan banyak tak tertulis

13

Tugas,peran,dan fungsi longgar Tugas,peran,dan fungsi jelas/ketat

14

Gaya manajemen partisipasif Gaya manajemen otoriter

15

Fokus strategi inovasi Fokus strategi efisiensi

16

Budaya komitmen dan hasil Budaya pemenuhan dan tradisional

17

Tugas kritis:mental,otak Tugas kritis:fisik otot

18

Pengambilan keputusan terbesar (networking) Pengambilan keputusan terpusat           (top domn)

19

Manusia beragam Manusia seragam

20

Koordinasi antarpribadi Koordinasi melalui hierarki

21

Hubungan kelompok ke kelompok Hubungan hierarti

22

Sturuktur tim multidisiplin Sturuktur fungsional

23

Bentuk struktur dinamis Bentuk struktur statis

24

Level sedikit Level banyak

25

Kompramitas rendah Kompramitas tinggi

26

Kepuasan kerja tinggi Kepuasan kerja rendah

27

Patermalistik rendah Partimalitis tinggi

 

  1. E.     Penyakit, Gejala, Dan Pengobatan Organisasi

Orang-orang didalam organisasi yang mempunyai penyakit kronis dapat menularkan penyakit kepada rekan sesama anggota organisasi atau rekan diorganisasi lain melalui pergaulan atau komunikasi. Untuk mengatasi penyakit organisasi tersebut, maka penyakit-penyakit organisasi perlu diketahui, diamati,dipelajari,gejala-gejalanya serta dicari cara pengobatannya. Jika penyakit organisasi itu dibiarkian berlarut-larut maka lama-kelamaan organisasi itu akan mati.

  1. F.      Pengembangan Organisasi (Organizational Development)

Pada tahun 1950-an sampai 1960-an muncul sejenis pelatihan baru yang terpaduh dikenal dengan nama pengembangan organisasi (PO). PO. Ialah strategi intervensi yang memanfaatkan proses kelompok untuk berfokos pada budaya organisasi secara menyeluruh dalam rangka melakukan perubahan yang diinginkan. PO diperlukan :

  1. Untuk menanggapi kebutuhan,
  2. Struktur imbalan tidak cukup memperkuat pelatihan konvensional sehingga sering gagal mengalihkan hasil pelatihan ketugas pekerjaan,
  3. Laju perubahan lingkungsn berlangsung sangat cepat mengharuskan organisasi mengembangkan dirinya.

G. Keefektifan Organisasi

Bukti-bukti atau indikator- indikator organisasi bermutu dan efektif antara lain:

(1)   Berfokus pada pelanggan,

(2)   Berfokus pada upaya pencegahan  masalah,

(3)   Investasi pada manusia dan menganggap  manusia sebagai aset organisasi yang tidak ternilai.

(4)   Memiliki strategi untuk mencapai mutu,

(5)   Memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk memperbaiki diri  (responsive),

(6)   Memiliki kebijakan dalam perencanaan mutu terkait  (partisipatif),

(7)   Mebentuk fasilitator yang bermutu (mau dan mampu memimpin proses perbaikan),

(8)   Memiliki strategi evalusi yang objektif dan jelas,

(9)   Memiliki visi dan misi,

(10)           Meningkatkan mutu sebagai kewajiban, tebuka dan

(11)           Bertanggung jawab.

  1. H.    Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengembangan SDM merupakan bagian dari Manajemen SDM. Pengembangan SDM ialah proses meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM. Peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan melalui pengalaman agama. Peningkatan kesejahteraan, peningkatan pendidikan, peningkatan pelatihan, peningkatan kesehatan, peningkatan kesempatan kerja, pengendalikan kependudukan, dan perencanaan karier.

  1. Perubahan Organisasi (Organizational Change)

Perubahan organisasi ialah perpindahan kearah yang lebih baik untuk mempertahankan keberadaan organisasi terhadap tuntutan perubahan zaman.

Perbedaan antara perubahan organisasi (organization change) dengan perkembangan organisasi (organization development) adalah perubahan organisasi berfokus pada individu, didalam organisasi, dan organisasi itu sendiri. Sedangkan perkebangan organisasi ialah perubahan untuk meninggkatkan nilai dan keberdaan sumber daya organisasi seperti pelatihan manajer dalam meningkatkan kompetensinya di bidang pemecahan masalah, pelatihan anggota organisasi pelaku bawahannya.

  1. 1.      Proses Perubahan Organisasi

Perubahan organisasi diawali dengan keadaan organisasi lama, kemudian terjadi kejenuhan yang menyebabkan kebekuan. Perubahan berupa perpindahan dari keadaan lama menjadi baru. Adanya suasana yang menimbulkan rasa segar. Kesegaran menhasilkan  suasana organisasi baru.

  1. 2.      Sikap Manusia Terhadap Perubahan

Sikap manusia terhadap perubahan antara lain mangkir atau bolos, mogok kerja, menuntut, merengut atau berkeluh-kesah, dan yang sangat positif adalah kerja lebih keras, serta menolak serang –serangan. Semua sikap tersebut untuk memenuhi tujuan kepribadinya.

  1. 3.      Resistensi Manusia Terhadap Perubahan.

Manusia ada yang tidak senang dengan perubahan dan perusaha status quo.

Penyebab manusia tidak mau atau menolak perubahan antara lain:  karena merasa sudah mampan, (sudah puas), ingin aman tidak kehilangan penghasilan, jembatan dan sebagainya.

BAB III

PENUTUP 

KESIMPULAN:

Berdasarkan  paparan beberapa devinisi pengorganisasian tersebut dapat di simpulkan bahwa pengorganisasi adalah proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Di samping  perorganisasian juga bermasnfaat untuk mencapai sebuah tujuan.

Manfaat pengorganisasian  bermanfaat untuk mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya yang dimilikinya dalam mencapai tujuannya.

DAFTAR PUSTAKA

Usman, Husaini (2013) manajemen teori praktik. Bumi Aksara  Jakarata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia akan diminta pertanggung jawaban ats kepemimpinannya kelak. Manusia sebagai Pemimpin minimal mampu memimpin dirinya sendiri. setiap organisasi harus ada pemimpinnya, yang secara ideal dipatuhi da disegani bawahannya. organisasi tanpa pimpinan akan kacau balau. Oleh karena itu, harus ada seorang pemompin yang memerintah an mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan individu, kelompok dan organisasi.
Kepemimpinan merupakan salah satu topik terpenting dalam mempelajari dan mempraktikkan manajemen sehingga Gibson, et al., menyebutkan fungsi manajemen (POLC), yaitu planning, organizing, leading, dan controling. alasannya dengan melalui POLC para pemimpin dapat mengarahkan Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian dengan baik.
B. Manfaat Kepemimpinan
Teori kepemimpinan bermanfaat bagi setiap pemimpin dalam menjalankan peranannya sebagai pemimpin pendidikan antara lain sebagai personnal, edukator, manager, administrator, supervisor, social, leader, enterpreneur, dan climator yang disingkat dengan PEMASSLEC.
Sebagai personnal, ia harus memiliki integritas kepribadian dan akhlak mulia, mengembangkan budaya, keteladanan, keinginan yang kuat dalam pengembangan diri, keterbukaan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, kendali diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan, bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.
Sebagai edukator, ia berperan merencanakana, melaksanakan, menilai hasil pelajaran, membimbing dan melatih ( meneliti dan mengabdi kepada masyarakat khususnya bagi dosen).
Sebagai manager, ia melakukan perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Sebagai administrator, ia harus mampu mengelola ketaausahaan sekolah/ madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah.
Sebagai supervisor, ia merencanakan supervisi, melaksanakan supervisi, dan menindaklanjuti hasil supervisi untuk meningkatkan profesionalisme guru.
sebagai seorang yang social, ia bekerja sama dengan pihak lain unyuk kepentingan sekolah , berpartisipasi daam kegiatan sosial kemasyarakatan, dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang dan atau kelompok orang.
Sebagai leader, ia harus mampu memimpin sekolah dalam rangka pendaya gunaan sumber daya sekolah secara optimal.
Sebagai Enterpreneur, ia harus kreatif (termasuk inovatif), bekerja keras, etos kerja, ulet, dan naluri kewirausahaan.
Sebagai climator, ia harus mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif, yaitu PAKEMB
Peranan kepala sekolah adalah sebagao orang yang memiliki kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial disingkat KEMANA KAU SUSI.
BAB II
KEPEMIMPINAN

A. Pengertian Kepemimpinan, Pemimpin, dan Pimpinan.
Kepemimpinan menyangkut tentang cara atau proses mengarahkan orang lain agar mau berbuat seperti yang pemimpin inginkan. Menurut Gardner (1995) Pemimpin- pemimpin adalah orang- orang menjadi yang cantoh memengaruhi prilaku pengikutnya. secara nyata melalui sejumlah perasaan – perasaan signifikan pengikutnya.menjadi contoh berbeda dengan memberi contoh.
Pemimpin adalah orang yang memimpin orang terpilih sebagai pemimpin. ia terpilih sebagai pemimpin karena memiliki keunggulan kompetitif dan/ atau keunggulan komperatif didlam kelompoknya.
B. Macam Kepemimpinan
Pemimpin dapat bersifat baik formal maupun non formal. pemimpin formal diangkat oleh atasannya dengan surat keputusan resmi, sedangkan pemimpin non formal diangkat oleh anggota lainnya tanpa surat keputusan resmi. seseorang dapat menjadi pemimpin karena memiliki sesuatu kelebihan dibandingkan dengan anggota lainnya.
Kata kunci atau faktor utama dalam banyak definisi kepemimpinan adalah proses memengaruhi ( yukl, 2010). kebanyakan definisi kepemimpinan mencerminkan asumsi bahwa kepemimpinan melibatkan proses pengarus sosial dimana pengaruh diberikan oleh satu orang ( atau kelompok) terhadap orang lain (atau kelompok lain) untuk menyusun kegiatan dan hubungan dalam kelompok atau organisasi.( Reza)
C. Kerangka Perspektif Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang- orang yang menentukan tujuan, motivasi, dan tindakan kepada orang lain. pemimpin adalah orang yang memimpin, pemimpin dapat bersifat resmi ( Formal) dan tidak resmi ( nonformal). Pemimpin resmi diangkat atas dasar surat keputusan resmi dari orang yang mengatakannya. Pemimpin adalah jabatan atau posisi seseorang didalam sebuah organisasi. jadi, yang dimaksud dengan kepemimpinan ialah ilmu dan seni memengaruhi orang atau kelompok untuk bertindak seperti yang diharapkan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
D. Teori Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah urusan semua orang ( leadership is very body’s bisnis) karena setiap manusia adalah pemimpin, minimal memimpin dirinyaa sendiri, serta bertanggung jawab atas kepeimpinanya. ( Reza)
1. Teori Kepemimpinan Klasik
a. Studi Ohio
Penelitian ohio menemukan empat gaya kepemimpinan seperti gambar berikut.
Struktur Rendah Perhatian tinggi
Pemimpin mendorong hubungan kerja sama harmonis dan kepuasan dengan kebutuhan sosial anggota kelompok. Struktur tinggi perhatian tinggi
Pemimpin mendorong mencapai keseimbangan pelaksanaan tugas dan pemeliharaan hubungan kekelompok yang bersahabat.
Struktur rendah perhatian rendah
Pemimin menarik diri dan menempati peranan pasif. Pemimpin membiarkan keadaan sejadinya Struktur tinggi perhatian rendah
Pemimpin memusatkan perhatian hanya kepada tugas. perhatian pada pekerja tidak penting.

b. Studi michigan
Kantor riset angkatan laut mengadakan kontrak kerja sama dengan pusat riset survey universitas michigan untuk mengadakan penelitian. tujuan kerjasama ini adalah untuk meneliti prinsip- prinsip produktifitas kelompok- kelompok dan kepuasan anggota kelompok yang diperoleh dari partisipasi mereka. untuk mencapai tujuan ini, maka tahun 1947 dilakukan penelitian di Newark, New jersey pada perusahaan asuransi prudential.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan pada seksi produksi lebih menyukai; (1) Menerima pengawasan dari pengawas- pengawas mereka yang bersifat terbuka dibandingkan yang terlalu ketat; (2) Sejumlah oturitas dan tanggung jawab yang ada dalam pekerjaan mereka; (3) Memberikan pengawasan terbuka pada bawahannya dibandingkan pengawasan yang ketat; dan (4) Berorientasi pada pekerjaan dari pada produksi ( Likert. 1962).
2. Teori Kepemimpinan Modern
Teori kepemimpinan terdiri atas pendekatan ;(1)Sifat- sifat ,(2)Prilaku, (3)Situasional- kontingensi, dan (4)Pancasila.Teori kepemimpinan diatas bersifat umum. Wexley dan Yulk menyatakan bahwa terdapat beberapa beberapapernyataan untuk menjadi pemimpin yang efektif, yaitu kemampuan yang lebih tinggi dari rata- rata bawahannya, antara lain; (1) Memiliki kecerdasan yang cukup, (2) Memiliki kemampuan berbicara, (3) Memiliki kepercayaan diri (4) Memiliki inisiatif (5) Memiliki motifasi berprestasi, dan (6) Memiliki ambisi.
3. Teori Pendekatan Sifat ( Tratis Appoach Theory)
Pendekatan ini berdasarkan sifat seseorang dengan cara :
1. Membandingkan sifat yang timbul sebagai pemimpin dan bukan pemimpim
2. Membandingkan sifat pemimpin yang efektif dengan pemimpin yang tidak efektif.
Sifat khusus kepemimpinan yang efektif ( Yulk. 2010)
a. Memiliki tenaga yang kuat dan tahan terhadap stress
b. Percaya diri
c. Orientasi pengawasan pada lokasi internal
d. Kematangan emosional
e. Memiliki intergritas kepribadian (kejujuran, prilaku yang konsisten dengan nilai- nilai)
f. Memiliki motifasi berkuasa yang tersosialisasikan
g. Memiliki orientasi pencapaian hasil secara moderat
h. Sedikit kebutuhan untuk berafiliasi.
Sifat – sifat yang dimiliki oleh pemimpin yang efektif antara lain sebagi berikut;
– Ketakwaan
– Kejujuran
– Kecerdasan
– Keikhlasan
– Kesederhanaan
– Keluasan pandang – Komitmen
– Keahlian
– Keterbukaan
– Keluasan Hubungan sosial
– Kedewasaan
– Keadilan
4. Empat gaya kepemimpinan efektif dan Empat gaya kepemimpinan tidak efektif.
Bureaucrat Developer Bonevolent Executif
Patuh pada peraturan Mencipta Mampu memotifasi orang lain Berorientasi kemasa depan
Loyal Menggunakan orang lain Belajar dari pengalaman Membangkitkan partisipasi bawahan
Memelihara lingkungan dengan peraturan Percaya pada orang lain Efektig untuk memperoleh hasil Berpandang jangka panjang
Mengembangkan bakat orang lain Paham aturan dan metode kerja Memotivasi dengan baik
Bekerja efektif
Tabel. Empat gaya kepemimpinan yang efektif

Deserter Missionary Autocrat Compromiser
Tidak ada rasa keterlibatan Santai Kaki Angin- anginan
Semangat rendah Penolong Diktator Diktator
Sukar diramalkan Lemah Keras Kepala Berpandangan pendek
Tabel. Empat gaya kepemimpinan tidak efektif

Perbedaan sifat- sifat kepemimpinan yang efektif

Stogdill (1948)
Mann (1959)
Stogdill (1974) Lord, Devader& Allinger (1986)
Kirkpatrick & Locke (1951)
• Cerdas
• Waspada
• Mampu Memahami sesuatu
• Bertanggung jawab
• Inisiatif
• Kokoh
• Percaya diri
• Berjiwa sosial
• Cerdas
• Ksatria
• Mampu Mengatur
• Dominan
• Terbuka
• Konservatisme • Pencapaian Hasil
• Kokoh
• Mampu Memahami sesuatu
• Inisiatif
• Percaya diri
• Bertanggung jawab
• Kerja sama
• Toleransi
• Berpengaruh
• Berjiwa sosial
• Cerdas
• Ksatria
• dominan •Mampu mengarahkan
• Motivasi
• Integrasi
• Percaya diri
• Memiliki Kemampuan
• Kognitif
• Mengetahui tugas

E. Pendekatan Prilaku ( Gaya-gaya kepemimpinan)
Beberapa perwujudan prilaku kepemimpin dengan orientasi bawahan ialah
1. Penekanan pada hubungan atasan- bawahan
2. Perhatian pribadi pimpinan pada pemuasan kebutuhan para bawahannya
3. Menerima perbedaan- perbedaan kepribadian, kemampuan dan prilaku yang terdpat dalam diri dan dari para bawahan.
Empat sistem kepemimpinan dalam manajemen Likert:
1. Otoriter yang memeras.
2. Otoriter yang baik.
3. Konsultatif
4. Pertisipatif
F. Kepemimpinan situasional- kontingensi
Pendekatan ini merevisi pendekatan prilaku yang ternyata tidak mampu menjelaskan kepemimpinan yang ideal. pendekatan ini menggambarkan bahwa gaya yang digunakan tergantung dari pemimpinnya sendiri, dukungan pengikutnya dan kondisi yang kondusif.
Pendekatan ini dikenal dengan model:
1. Model Kontigasi Riedle
Model kepemimpinan riedle merupakan dari semua model kontingensinya, bahwa pemimpin akan berhasil menjalankan kepemimpinannya jika menerapkan gaya kepemimpinan yang berbeda disuatu situasi yang berbeda.
Ada tiga sifat situasi yang dapat memengaruhi kearifan kepemimpinan, yaitu:
a. Hubungan pimpinan bawahan yang menguntungkan situasi.
b. Derajat susunan tugas yang menguntungkan situasi.
c. Keadaan formal yang menguntungkan situasi.
2. Model rangkaian kesatuan kepemimpinan Tannenbaun dan Schmidt.
Ada tiga faktor yang dipertimbangkan dalam memilih gaya kepemimpinan yaitu:
a. Kekuatannya sendiri sebagai kepimpin.
b. Kekuatan bawahannya .
c. Kekuatan situasinya.
3. Model kontinum kepemimpinan vroom dan Yetton
Gaya ini terdiri dari tujuh gaya, yaitu:
a. Apakah diperlukan penyelesaian masalah yang lebih rasional dari pada yang lain.
b. Apakah ada informasi yang cukup untuk membuat keputusan yang baik.
c. Apakah masalahnya dapat diperinci, apakah saya tahu tentang informasi yang diperlukan dimana akan mendapatkannya.
d. Apakah keputusan yang diterima oleh bawahan akan dapat dilaksanakan dan efektif.
e. Jika keputusan diambil sendiri apakah rasional akan benar- benar akan diterima oleh bawahan.
f. Apakah bawahan mengambil bagian dari sasaran yang akan dicapai dalam memecahkan masalah.
g. Apakah pertentangan yang ada diantara bawahan disebabkan oleh keinginan adanya penyelesaian.
Berikut ini disajikan lima gaya pengambilan keputusan yang disarankan Vroom dan Yetton:
a. Tetapkan keputusan sendiri dengan menggunakan yang ada disaat itu.
b. Dapatkan informasi dari bawahan dan selesaikan masalah oleh kita sendiri.
c. Ikut sertakan bawahan yang bersangkutan dengan masalah, minta ide dan sarannya secara sendiri- sendiri.
d. Ikut sertakan bawahan sebagai satu kelompok dapatkan ide dan saran dari mereka.
e. Ikut sertakan bawahan dari kelompok dalam memecahkan masalah.
4. Model Kontengensi Faktor Farris
Prilaku kepemimpinan tergantung lima faktor, yaitu:
a. Wewenang anggota kelompok terhadap masalah.
b. Pentingnya penerimaan dan pemberian keputusan pada pemimpin.
c. Pentingnya penerimaan pada anggota kelompok.
d. Tekanan waktu.
e. Faktor ini memengaruhi hubungan prilaku pemimpin dan pembaharuan kelompok sebagai ukuran kinerja.
5. Model kepemimpinan dinamika kelompok Cartwight dan Zander.
Pendekatan tujuan dan hubungan baik dengan bawahannya. dalam pendekatan tujuan, pemimpin cendrung lebih memerhatikan penyelesaian tugas pekerjaan bawahannya dari pada hubungan baik dari bawahannya. sedangkan pendekatan hubungan baik dari bawahannya.

6. Model kepemimpinan Path Goal Theory
Peranan kepemimpinan adalah menjelaskan kepada bawahannya cara mendapatkan imbalan ( mencapai tujuan individu)
Keefektifan kepemimpinan tergantung dari :
– Kemampuan pemimpin memuaskan kebutuhan bawahannya.
– Kebutuhan pemimpin memberi petunjuk kepada bawahannya
Kepemimpinan Transforming adalah visi, perencanaan, komunikasi dan tindakan kreatif yang memiliki efek positif pada sekelompok orang.
Prilaku kepemimpinan tranforming yaitu:
a. Manajemen diri
b. Komunikasi interpresional.
c. Pembibingan manajeman masalah.
d. Tim dan pengembangan oranisasi.
e. Luwes dalam gaya, peran dan ketrampilan.
Manfaat prilaku kepemimpinan transpormarting , yaitu:
1. Menciptakan dan mengkomunikasikan visi dan tujuan.
2. Melaksanakan pemikiran dan pelaksanaan strategi dan fleksibel
3. Memfasilitasi rekan kerja, bawahan dan perkembangan tim.
4. Memfasilitasi perkembangan organisasi.
5. Melindungi individu dari kekuatan yang merusak.
6. Melindungi organisasi dari kekuatan yang merusak
7. Mencari dan mengkomunikasikan konsensus antar tim.
8. Mengspesifikaasi pedoman hidup, nilai- nilai dan menciptakan budaya.
9. Menciptakan cara pandang.
10. Memotivasi orang- orang untuk bertindak.
Prilaku kepemimpinan transpormasi adalah rangkaian kegiatan berupa memindahkan nilai- nilai budaya sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan.
Prilaku kepemipinan tranforming muncul disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya; Pemimpin sendiri,Pengikut, dan Situasi sekolahnya. ( Menurut Hersey dan Blanchard, 1993)
sedangkan menurut yulk, 2010 menyebutkan bahwa faktor yang memengaruhi kepemimpinan transforming adalah Kriteria sukses, sifat- sifat pemimpin, kekuasaan pemimpin, iklim organisasi sekolah dan komitmen pengikut.
Kepemimpinan transaksional adalah kepemimpinan yang senang memberi ganjaran, dan menerapkan manajemen by excoption secara aktif maupun pasif.
Kepemimpinan tranformasional adalah memengaruhi idealisme- atribut, memengarui idealisme-prilaku, motivasi inspirasi, simulasi intelektual dan mempertimbangkan secara individual. Esensi kepemimpinan tranformasional adalah berbagi kekuasaan ( sharring of power) dengan melibatkan bawahan secara bersama- sama untuk melakukan perubahan. Pemimpin transpormasional sesungguhnya merupakan agent perubahan karena memang erat kaitannya dengan transformasi yang terjadi dalam suatu organisasi. fungsi utamanya adalah berperan sebagai katalis perubahan, bukannya sebagai pengontrol perubahan.
Seorang pemimpin transpormasional memiliki visi yang jelas, memiliki gambaran horistik tentang organisasi dimasa depan ketika semua tujuan dan sasarannya telah tercapai. (covey, 1989 dan petters 1992)
Stimulasi intelektual adalah proses seorang pemimpin untuk meningkatkan kesadaran pengikutnya terhadap masalah- masalah dan memenguruhi pengikutnya untuk memecahkan masalah- masalah itu dengan perspektif yang baru. Perhatian yang individualisasi adalah dukungan, membesarkan hati, dan memberikan pengalaman- pengalaman kepada pengikutnya untuk lebih berprestasi.
Implamentasi modal kepemimpinan transformasional dalam organisasi pendidikan perlu memerhatikan beberapa hal, sebagai berikut:
1. Mengacu pada nilai- nilai agama yang ada dalam organisasi/ instansi khususnya sekolah- sekolah.
2. Disesuaikan dengan nilai- nilai yang terkandung dalam sistem sekolah tersebut.
3. Menggali budaya yag ada dalam sekolah tersebut.
4. Karena sistem pendidikan merupakan suatu subsistem maka harus memperhatikan sistem yang lebih besar yang ada diatasnya seperti sistem negara.
Hubungan gaya kepemimpinan Tim dengan pengembangan tim.
Gaya kepemimpinan tim ada empat :
1. Pengaturan ( Stucturing)
2. Pemecahan masalah ( resolving)
3. Kebersaman ( Colaborating)
4. Pengukuran kinerja ( Validating)
Pengembangan tim dimulai dari pembentukan (farming), kekacauan (storming), penormaan (norming), sampai peningkatan kinerja (performing).

a. Kepemimpinan Prima
Praktik kepemimpinan prima, sistem pendidikan yang hanya menekankan pada kecerdasan intelektual selama ini ternyata telah gagal, seperti yang dinyatakan Nogi & Tingkilisan (2003) bahwa ada empat kegagalan sistem pendidikan kita, yaitu :
– Melahirkan kualitas sumber daya manusia yang kuat.
– Mendidik anak- anak indonesia untuk hidup secara damai dan sejuk
– Memberikan pemerataan pelayanan pendidikan yang bermutu
– Melahirkan anak bangsa yang jujur dan bermoral.
Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa sebagian besar kejahatan termasuk korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dilakukan oleh manusia yang terdidik. walaupun demikian, kegagalan pendidikan bukanlah satu- satunya penyebab kejahatan.Esensi kepemimpinan prima adalah kecerdasan emosional. dengan kecerdasan emosional pemimpin mampu mengelola kekuasaan dan meningkatkan kinerjanya secara optimal serta menularkan kepada bawahannya. keberhasilan kepemimpinan prima tergantung suasana hati (mood)
b. Kepemimpinan Pendidikan
Salah satu kunci yang sangat menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya adalah kepala sekolah. Keberhasilan kepala sekolah dalam mencapai tujuannya secara dominan ditentukan oleh keandalan menejemen sekolah yang bersangkutan, sedangkan keandalan manajemen sekolah sangat dipengarui oleh kapasitas kepemimpinan kepala sekolah. hal ini tidak berarti peranan kepala sekolah hanya sekedar sebagai pemimpin (leader) karena masih banyak peranan yang lainnya. untuk lingkungan pendidikan, kepemimpinan pendidikan adalah kepemimpinan yang fokus pada peningkatan mutu pendidikan.
c. Prinsip Kepemimpinan abad ke-21 (credible)
1. Kepemimpinan harus dapat dipercaya
Untuk menjadi pemimpin yang kredibel, maka setiap pemimpin harus memiliki 6c yaitu : Characteristic, care, composure, caurange, competence,dan conseptual.
Pemimpin yang berkarakter dalam hal ini adalah pemimpin yang jujur, selalu membela yang benar, dan berintegritas. care berarti peduli untuk memenuhi kebutuhan orang lain, terutama bawahannya. Composure adalan tenang menghadapi berbagai tekanan- tekanan . caurage adalah berani mengambil keputusan berdasarkan keyakinannya untuk membela bawahan. Competence adalah sejumlah oengetahuan, sikap, dan ketrampila yang dimiliki individu untuk melaksanakan tugas- tugasnya dalam rangka mencapai tujuan. conseptual adalah pemimpin yang banyak memiliki gagasan(ide) cemerlang yang canggih untuk dapat diterapkan dalam menjalankan kepemimpinannya.
2. Kepemiminan Harus Menggunakan Kebenaran
Logika berkenaan dengan benar atau salah. etika berkenaan dengan baik atau buruk,. estetika berkenaan dengan indah atau jelek. logika ternagi dua yaitu deduktif dan induktif. logika deduktif adalah berfikir dari umum kekhusus. logika induktif adalah berfikir dari khusus ke umum.
3. Kepemimpinan Harus Menggunakan Pengetahuan Nilai Inti Bersama
Pemimpin harus menerapkan nilai inti bersama yang telah disepakati. contoh nilai inti yaitu mutu, kejujuran, keterbukaan, kemandirian, dan lain- lain.
4. Kepemimpinan Harus Menghasilkan visi yang baik
Pemimpi harus memiliki visi , yaitu kemana organisasi hendak dibawa, visi adalah mimi yang menantang dan dapat diwujudkan.
5. Kepemimpinan Harus Berdasarkan Data yang Benar.
Pemimpin harus menggunakan data yang benar yang dapat dipercaya untuk mengambil keputusan atau untuk melakukan perencanaan. data yang salah akan menghasilkan keputusan atau perencanaan yang salah pula. perencanaan yang salah artinya sama dengan merencanakan kegagalan.
6. Kepemimpinan harus berjalan dengan instripeksi dan refleksi.
Pemimpin harus mampu menginstropeksi dirinya dan melakukan refleksi atas tindakan kepemimpinannya. pemimpin harus selalu belajar dari pengalaman karena pengalaman adalah guru yang terbaik.
BAB III
KEKUASAAN

A. Konsep Kekuasaan.
Kekuasaan (power) banyak digunakan dalam literatur manajemen, tetapi ada semacam kerancuan definisinya karena sering ada istilah seperti pengaruh dan wewenang. kekuasaan adalah daya, perbedaan antara kekuasaan dengan wewenang adalah kekuasaan merupakan kemampuan, sedangkan wewenang merupakan hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan agas tugas dan tanggng jawab dapat dilaksanakan dengan baik.
Kepemimpinan adalah setiap usaha untuk memengaruhi, sementara kekuasaan adalah suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin tersebut. kekuasaan merupakan suatu sumber yang memungkinkan seorang pemimpin mendapat hak untuk mengajak atau memengaruhi orang lain.
B. Model Kepemimpinan
Bush (2008) membagi model kepemimpinan atas sembilan model, yaitu : Manajerial, Partisipatif, transformasional, interpersonal, transaksional, postmodern, kontingensi, moral dan pembelajaran.
C. Kecerdasan Kepemimpinan Pendidikan.
Ada sembilan kepemimpinan pendidikan, yaitu sebagai berikut :
1. Kecerdasan etika,
2. Kecerdasan spiritual,
3. Kecerdasan Operasional,
4. Kecerdasan emosional,
5. Kecerdasan kolega,
6. Kecerdasan reflektif
7. Kecerdasan pedagogok.dan
8. Kecerdasan sistematik.
D. Mutu- Mutu Kepemimpinan
Mutu kepemiminan adalah atibut- atribut atau sifat- sifat yang dimiliki oleh pemimpinan yang berkualitas. Sadler (1997) mengidentifikasi mutu personal meliputi lima kelompok utama, yaitu:
1. Sifat- sifat kepribadian
2. karakter
3. Temperamen
4. Kemampuan kognitif
5. Bakat khusu dan ketrampilan- ketrampilan.
E. Kepemimpinan Mutu
mutu adalah kepemimpinan yang selalu ingin sesuatu yang sempurna atau terbaik. Pentingnya keberadaan kepemimpinan mutu untuk melaksanakan peningkatan mutu tidak dapat diabaikan. tanpa kepemimpinan yang bermutu, sulit untuk meningkatkan mutu.
BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN :
Dari beberapa kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Banyak para ahli yang punya perspektif masing- masing tentang definisi kepemimpinan.
2. Bebagai macam gaya kepemimpinan dapat kita ketahui baik itu menurut para ahli maupun menurut bidang ilmu kepemimpinan itu sendiri.
3. Pemimpi punya gaya tersendiri dalam memimpin suatu perusahaan, organisasi dan instansi. baik itu bawaan dari lahir maupun gaya yang diciptakan sendiri.
4. Setiap pemimpin tidak memiliki gaya yang sama dalam menjalankan kepemimpinannya. namun ada juga beberapa pemimpin yang menggunakan gaya yang sama secara kebetulan saja.

DAFTAR PUSTAKA

Usman Husein, (2013) Manajeman Teori dan Prektik. Bumi Aksara. Jakarta

KARYA ILMIAH

   BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.       Pengertian

Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh penulis berdasarkan hasil- hasil penelitian ilmiah yang dilakukannya. Karya ilmiah juga bias disebut karangan ilmiah. Menurut Broto widjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta yang ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.

Adapun jenis karangan Ilmiah adalah :

  1. Makalah ,Karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan  yang bersifat empiris objektif.
  2. Kertas kerja,Makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius , biasanya disajikan dalam lokakarya.
  3. Skripsi,Karya tulis ilmiah yang mengemukakan  pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain.
  4. Tesis,Karya tulis  ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi
  5. Disertasi,Karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang shahih dengan analisis yang terinci.
  6. 2.      Macam- macam karya tulis ilmiah

Karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah ( dalam seminar atau symposium ), artikel ,skripsi,tesis, dan disertasi. Yang pada dasarnya merupakan produk dari para ilmuan. Data, kesimpulan  dan informasi lain yang terkandung  dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan( Referensi ) bagi ilmuan lain dalam menyelesaikan  penelitian selanjutnya.

  1. Makalah adalah karya ilmiah yang membahas  suatu persoalan , sebagai hasil penelitian  atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah( seminar) atau yang perkenaan dengan bahan- bahan perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus dikerjakan oleh mahasiswa.
  2. Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan didepan sidang  ujian munaqasyah dalam rangka menyelesaikan studi  tingkat strata satu  S1 untuk memperoleh gelar sarjana.
  3. Tesis adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka menyelesaikan studi pada tingkat strata dua S2. Yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister.pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kritis.
  4. Disertasi adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka menyelesaikan studi pada tungkat strata tiga (s3) yang dipertahankan didepan siding ujian promosi untuk memperoleh gelar doctor. Pembahasan dalam disertasi harus analisis, kritis, dan merupakan upaya pendalam dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan dengan menggunakan pendekatan multi disiplin yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
  5. Artikel adalah karya tulis lengkap seperti laporan berita atau essai dimajalah, surat kabar dan sebagainya.artikel adalah sebuah karangan prosa yang dibuat dalam media massa yang membahas issue tertentu, persoalan, apa kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas. Artikel merupakan : karya tertulis atau karangan nonofoksi, karangan yang tak tentu panjangnya, karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur . sarana penyampaian adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya. Wujud karangan berupa berita atau “ khakkas”. Artikel mempunyai dua arti: 1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar.1) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah dan sebagainya.
  6. Essay adalah ekspresi tertulis dari opini penulisannya. Sebuah esay akan makin baik jika penulisannya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuan slalu sama yaitu mengekspresikan opini dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis). Sebagai analisa akhir perbedaan dengan tulisan lain, sebuah esay tidak hanya sekedar menunjukkan faktaatau menceritakan sebuah pengalaman. Dia menyelipkan opini penulis diantara fakta- fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esay.
  7. Opini adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan yang shahih.namun pada suatu yang menampakkan benar, valit atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang, apa yang dipikirkan seseorang penilaian.
  8. Fiksi adalah suatu ciri yang pasti. Ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan.
  9. 3.      Tujuan Karya Ilmiah
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

 

  1. 4.      Manfaat Penulisan Karya Ilmiah

Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah sebagai berikut:

  • · Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • · Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • · Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • · Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • · Memperoleh kepuasan intelektual;
  • · Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • · Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Langkah- Langkah Penulisan Karya Ilmiah

Tahap Persiapan

Pada dasarnya, hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :

  1. Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan untuk kerya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara;

  1. Merumuskan tujuan.

Rumusan tujuan yang jelas dan tepat menjadi sangat penting untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang terfokus bahasannya;

  1.  Usahakan merumuskan tujuan dalam satu kalimat yang sederhana;
  2. Ajukan pertanyaan dengan menggunakan salah satu kata tanya terhadap rumusan yang kita buat;
  3. Jika kita dapat menjawab dengan pasti pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, berarti rumusan tujuan yang kita buat sudah cukup jelas dan tepat.

 

b. Menentukan Topik

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik adalah menentukan ide-ide utama. Kemudian uji dan tanya pada diri sendiri apakah ide-ide itu yang akan kita tulis.

 

c. Menelusuri Topik

Bila topik telah ditentukan, kita masih harus memfokuskan topik tersebut agar dalam penulisannya tepat sasaran. Beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam memfokuskan topik:

  1. Fokuskan topik agar mudah dikelola;
  2. Ajukan pertanyaan

 

d. Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah

Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya akan informasi, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang ditulisnya agar mudah dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan kita. Hal tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya tulis ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.

 e. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah

Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.

Tahap Pengumpulan Informasi Untuk Penulisan Karya Ilmiah

  1. Memanfaatkan Perpustakaan sebagai sumber data, informasi, dan bahan Untuk Tulisan.

Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus.

  1. Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog.

Pencarian buku dengan cara Online Catalog biasanya menggunakan terminal komputer. Kita dapat mencari buku dengan judul dan nama penulis yang jelas atau minta kepada komputer untuk mencarikan file-file yang berkaitan dengan topik yang sedang kita tulis.
Selain menggunakan komputer, kita juga dapat menggunakan Card Catalog untuk mencari buku atau artikel yang kita butuhkan. Pada umumnya, buku koleksi perpustakaan didata dalam 3 (tiga) jenis kartu katalog, yaitu katalog yang berisi data tentang pengarang/ penulis, judul buku dan subjek/ topik tertentu.

 

  1. Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh

Setelah bahan pustaka terkumpul kita harus memeriksa bahan-bahan tersebut apakah sesuai atau tidak dengan topik yang kita tulis. Cara memeriksa bahan pustaka tersebut adalah;

a)      Atur waktu membaca

b)      Bacalah secara selektif

c)      Bacalah secara bertanggung jawab

d)     Bacalah secara kritis

 

  1. Membuat catatan dari Bahan- bahan Pustaka

Salah satu cara terbaik dan paling sederhana dalam membuat catatan ini adalah selalu mengacu pada kartu indeks yang telah kita buat.

  1. Membuat Ringkasan

Disamping Membuat catatan, kita pun dapat Membuat ringkasan atau parapharasing dari sumber bacaan yang kita dapatkan di dalam menunjang keberhasilan proyek tulisan kita.

  1. Membuat Kutipan

Kita harus mengutip dengan persis dan apa adanya pernyataan dari sumber bacaan yang kita gunakan, jika pernyataan tersebut merupakan pandangan mendasar dari penulis dan jika kita ubah ke dalam bahasa kita sendiri akan mengaburkan arti sesunggahnya.

 

b. Melakukan Wawancara untuk Mendapatkan Informasi Untuk Tulisan

Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu;

1.    Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai

2.    Mempersiapkan pedoman wawancara

3.    Melaksanakan wawancara

4.    Mengolah hasil wawancara

 

TAHAP PROSES PENULISAN

Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.

  • Tahap Pra Penulisan

1.  Pemilihan dan pembatasan topik

2.  Merumuskan tujuan

3.  Mempertimbangkan bentuk karangan

4.  Mempertimbangkan pembaca

5.  Mengumpulkan data pendukung

6.  Merumuskan judul

7.  Merumuskan tesis

8.  Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline

 

  • Pemilihan Topik

–          Apa yang akan kita tulis?

–          Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.

–          Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.

–          Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.

 

  • Tahap Penulisan Draf

  –    Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar.

  –    Pengembangan ide masih bersifat tentatif.

  –    Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek  mekanik.

 

  • Tahap Revisi

  –    Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.

  –    Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharing atau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.

 

  • Tahap Penyuntingan

  –    Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.

  –    Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.

  –    Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.

 

  • Tahap Publikasi

  –    Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain.

  –    Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.

 

  • Tahap Evaluasi

Tahap terakhir yaitu verifikasi atau evaluasi, apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu diperiksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.

Ada lima kriteria yang bisa kita gunakan untuk mengevaluasi setiap bagian dari menulis sebagai berikut :

Fokus.

Apa yang Anda menulis tentang? Apa klaim atau tesis Anda membela? Kriteria ini adalah yang luas, berkaitan dengan konteks, tujuan, dan koherensi dari sepotong tulisan. Apakah topik Anda sesuai untuk tugas? Apakah Anda tetap pada topik itu atau terlena pada garis singgung tidak membantu? Apakah Anda berfokus terlalu teliti atau terlalu banyak? Misalnya, esai tentang Perang Saudara Amerika pada umumnya mungkin terlalu luas untuk esai perguruan tinggi yang paling. Anda mungkin akan lebih baik menulis tentang pertempuran tertentu, umum, atau kejadian.

 

Pembangunan.

Pembangunan berkaitan dengan rincian dan bukti. Apakah Anda menyediakan cukup bahan pendukung untuk memenuhi harapan pembaca Anda? Sebuah laporan penelitian yang tepat, misalnya, biasanya mencakup banyak referensi dan kutipan untuk banyak karya lain yang relevan beasiswa. Sebuah deskripsi lukisan mungkin akan mencakup rincian tentang, komposisi penampilan, dan bahkan mungkin informasi biografis tentang seniman yang melukisnya. Memutuskan apa rincian untuk menyertakan tergantung pada penonton dimaksudkan sepotong. Sebuah artikel tentang kanker ditujukan untuk anak-anak akan terlihat sangat berbeda dari satu ditulis untuk warga senior.

 

Organisasi

Organisasi, sering disebut “pengaturan,” menyangkut ketertiban dan tata letak kertas. Secara tradisional, kertas dibagi menjadi, tubuh kesimpulan pengenalan, dan. Paragraf terfokus pada gagasan utama tunggal atau topik (kesatuan), dan transisi di antara kalimat dan paragraf yang halus dan logis. Sebuah rambles kertas kurang terorganisir, melayang di antara topik yang tidak berhubungan dengan cara serampangan dan membingungkan.

 

Gaya

Gaya secara tradisional berkaitan dengan kejelasan, keanggunan presisi, dan. Sebuah stylist yang efektif tidak hanya mampu menulis dengan jelas untuk penonton, tetapi juga bisa menyenangkan mereka dengan bahasa menggugah, metafora, irama, atau kiasan. Penata Efektif bersusah payah tidak hanya untuk membuat titik, namun untuk membuatnya dengan baik.

 

Konvensi

Kriteria ini meliputi tata bahasa, mekanik, tanda baca, format, dan isu-isu lain yang ditentukan oleh konvensi atau aturan. Meskipun banyak siswa berjuang dengan konvensi, pengetahuan tentang di mana untuk menempatkan koma dalam sebuah kalimat biasanya tidak sepenting apakah kalimat yang berharga untuk menulis di tempat pertama. Namun demikian, kesalahan yang berlebihan dapat membuat bahkan seorang penulis brilian tampak ceroboh atau bodoh, kualitas yang jarang akan terkesan pembaca seseorang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     Tehnik Penulisan Karya Ilmiah

 

JUDUL

ABSTRAK

LEMBAR PERSETUJUAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

BABI. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Perumusan Masalah

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

1. Tujuan Penulisan

2. Manfaat Penulisan

BAB II. KAJIAN TEORETIS DAN METODOLOGI PENULISAN

A. Kajian Teoretis

B. Kerangka Berpikir

C. Metodologi Penulisan

BAB III. PEMBAHASAN (judul sesuai topik masalah yang dibahas)

A. Deskripsi Kasus

B. Analisis Kasus

BAB IV KESIMPULAN

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN (termasuk sinopsis gambaran umum perusahaan yang ditulis)

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut:

1)      Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh penulis berdasarkan hasil- hasil penelitian ilmiah yang dilakukannya. Karya ilmiah juga bias disebut karangan ilmiah.

2)      Macam- macam karya tulis ilmiah, diantaranya;

–          Karya Ilmiah

–          Makalah

–          Skripsi

–          Tesis

–          Disertasi

–          Artikel

–          Essay

–          Opini

–          Fiksi 

3)      Sekurang- kurangnya ada tiga langkah untuk proses penulisan karya ilmiah,diantaranya;

–          Tahap persiapan

–          Tahap pengumpulan Informasi,dan

–          Tahap proses Penulisan

4)      Pada proses penulisan karya ilmiah juga memiliki beberapa langkah yang dilakukan, yaitu sebagai berikut;

–          Tahap pra Penulisan

–          Tahap pemilihn topic

–          Tahap penulisan draf

–          Tahap Revisi

–          Tahap penyuntingan

–          Tahap Publikasi,dan

–          Tahap Evaluasi

  1. B.     Kritik dan Saran

Selesainya penulisan makalah ini berkat kerja sama dari kelompok 6 yang sudah bersusah payah mencari materi tentang karya ilmiah. Namun demikian kami sadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, hal itu karena keterbatasan ilmu yang kami miliki. Maka dari itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari kawan- kawan sekalian yang telah berpartisipasi terutama Dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia. Guna untuk kesempurnaan penulisan makalah- makalah dimasa yang akan datang.

Sesungguhnya kesempurnaan itu hanyalah milik Allah dan kekurangan serta kesalahan itu merupakan kelemahan kami sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://irosyadi86.blogspot.com/2012/02/persiapan-penulisan-karya-ilmiah.html

http://susanthokku.blogspot.com/2011/07/proses-penulisan-karya-ilmiah-tahap.html

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/kusmarwanti-ss-mpd-ma/proses-penulisan-karya-ilmiah.pdf

http://jumaristoho.wordpress.com/2012/12/05/langkah-langkah-penulisan-ilmiah/

 Image

Album asrinalaily