- Riwayat Hidup dan Karangan Syaikh Hamzah Fansuri Kiranyanya namanya di Nusantara, kalangan ulama dan sarjana , penyelidik ke Islaman tidak asing lagi. Hamper semua penulis sejarah Islam mencatat bahwa Syeikh Hamzah Fansuri dan muridnya Syeikh Samsudin Sumatrani adalah tokoh sufi yang sepaham dengan Al- Hallaj, faham hulul. Ittihad. Mahabbah, dan lain- lain adalah seirama. Syeikh Hamzah Fansuri diakui salah seorang pujangga islam yang sangat populer dizamannya, kesustraan melayu dan Indonesia. Namanya tercatat sebagai tokoh caliber besar dalam perkembangan Islam di nusantara dari abadny7a hingga abad ini. Sufi yang jelas- jelas berpengaruh luar biasa dalam kehidupan intelektual Al- Fansuri adalah Muhyiddin Ibnu Arabi. Akan tetapi, karya- karya Al- Fansuri juga menunjukkan bahwa dia akrab dengan ide- ide para sufi, semisal Al- jilli ( wafat 832H/ 1428 M ), Aththar ( wafat 618 H/ 1221 M ), Rumi ( wfat 672 H / 1273 M ), dan lain- lain.
- Riwayat Hidup dan Karangan Syeikh Yusuf Makasari. Seorang tokoh sufi yang agung yang tiada taranya berasal dri Sulawesi adalah Syeikh Yusuf Makasari. Beliau dilahirkan pada 08 syawal 1036 H atau bersamaan dengan 03 juli 1629 M, yang berarti belum beberapa lama setelah kedatangan tiga orang penyebar Islam kesulawesi ( yaitu Datok Ribanding dan kawan- kawannya dari minang kabau ). Untuk diri sebesar ini selain ia dinamakan dengan Muhammad Yusuf diberi gelar juga dengan “ Tuanku Samalaka “, “ Abdul Mahasin”, “ Hidayatullah “ dan lain- lain. Dlam salah satu karangannya beliau menulis diujung namanya dengan bahasa Arab “ Al- mankasti “ yaitu mungkin yang beliau maksudkan adalah “ Makassar “ yaitu nama kota disulawesi selatan dimasa pertengahan dan nama kota itu sekarang diganti pula dengan “ ujung padang “ yaitu mengambil nama yang lebih tua dari pada nama Makassar. Naluri atau fitrah pribadinya sejak kecil telah menampakkan diri, cinta akan pengetahuan keislaman, dalam tempo relative singkat, Al- qur’an 30 juz telah tamat dipelajarinya. Setelah lancer benar tentang Al- qur’an dan mungkin beliau termasuk seorang penghafal maka dilanjutkan pula dengan pengetahuan- pengetahuan lain yang ada hubungannya dengan itu. Dimulainya dengan ilmu Nahwu, ilmu Sharaf, kemudian meningkat hingga ke ilmu bayan, mani’ badi’, balaghah, manthiq, dan sebagainya. Beriringan dengan ilmu- ilmu yang disebut “ ilmu alat “ itu beliau belajar pula ilmu fiqih, ilmu ushulluddin, dan ilmu Tasawuf. Ilmu yang terakhir ini nampaknya seumpama tanaman yang ditanam ditanah yang subur, kiranya lebih serasi pada pribadinya. Namun walaupun demikian adanya tiadalah dapat dibantah bahwa Syeikh Yusuf juga mempelajari ilmu- ilmu yang lainnya, seumpama ilmu hadits dan sekte- sektenya, juga ilmu tafsir dalam berbagai bentuk dan coraknya, termasuk ilmu Asbaabun Nuzul, ilmu Tafsir dan sebagainya. Karangan- karangan syeikh Yusuf Tajul Khawati yang berbahasa Arab mungkin merupakan salinan tulisan tangan telah diserahkan oleh Haji Muhammad Nur ( salah seorang keturunan khatib di bone dan mungkin adalah keturunan Syeikh Yusuf sendiri ). Kitab- kitabnya antara lain : Ar- risalatun Nagsabandiyyah, Fathur Rahman, zubdatul Asraar, asraaris Sharlaah, Tuhfatur Rabbaniyyah, Safinatunnajah, Tuhfatul labib.
- Riwayat Hidup dan karangan Syeikh Abdul Rauf As- singkili. Beliau adalah ulama besar dan tokoh tasawuf dari Aceh yang pertama kali mengembangkan Thariqat syatariyah di Indonesia murid- murid beliau menjadi ulama mansyur adalah syeikh Burhanudin Ulakan R.A, pariaman Sumatra Barat. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang berhasil merekonsilialikan ( mendamaikan dan menyatukan kembali Syariah dan tasawuf ). Syaikh Abdul Rauf R.A laahir di Aceh than 1024 H/ 1615 M. nama aslinya adalah Aminuddin Abdurrauf bin Ali Al- jawi Al- fansuri As- singkili. Beliau lahir disebuah kota kecil ke pantai barat Sumatra. Ayah beliau yaitu Syeikh Ali Fansuri R.A berasal dari kalangan ulama dan keturunan Arab yang menikahi seorang wanita setempat dari Fansuri dan bertempat tinggal disingkil. Syeikh Abdulrrauf kembali ke Aceh sekitar tahun 1662 M dan setibanya dikampung mengajarkan dan mengembangkan Thariqat Syataryyah, As- singkili dinilai sebagai tokoh yang cukup berperan dalam mewarnai sejarah tasawuf diindonesia pada abad 17. Beliau adalah ulama besar dan tokoh tasawuf dari Aceh yang pertama kali mengambangkan Tharikat Syatariyah di Indonesia. Murid beliau banyak dan tak hanya di Aceh saja melainkan dari berbagai penjuru tanah air . saat Aceh menjadi tempat persinggahan jama’ah haji yang hendak berangkat ke mekkah, tidak seikit jama’ah haji yang kemudian belajar Agama dan Tasawuf.



7 tanggapan kepada “Tokoh- Tokoh Tasawuf di Indonesia”
manizzzzzzzzzzz
November 2nd, 2010 pada 10:40
thank y tp da yang krang yg dnia mn???????????
pusatkajiantasawufpositif
Desember 27th, 2010 pada 08:46
Saya kagum dengan Syamsuddin Sumathrani dan Hamzah Fansuri, tokoh paling belakangan pada Hamka. Hamka bukan hanya penulis tasauf modern, tapi Novel-novelnya (?) termasuk Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, benar-benar meyiratkan kesufian dalam drama kehidupan.
Wong Bolong@Gusti Agung
Februari 9th, 2011 pada 09:47
Di sini saya ingin mengatakan sesuatu tentang coretan saudari di atas..
Baguslah jika berminat untuk mengetahui perjalanan hidup para ahli Tasawuf,Ahli Tarekat/Ahli sufi…Bagaimana kah kita harus mencungkil untuk mengetahui perjalanan ahli Sufi tersebut…adakah hanya tinggal kenangan sejarah sahaja pada diri kita setelah mengetahuinya serba sedikit para ahli Sufi tersebut, maka rugi lah kita..!!! umpama berminat untuk mencari harta Karun Zaman dahulu tetapi kita tidak mahu berusha untuk mendapatkanya…maka terbenam sahajalah Harta Karun tersebut sebagai bahan Cerita umum. Apakah perbezaan Ulamk-Ulamak tersebut di antara satu dengan yang Lain..?
Bukan kesemuanya Ulamak itu Ahli Sufi..? Umpamanya HAMKA memang bijak bersarah di dalam bidang Tasawuf Moden tetapi menentang fahaman orang Ahli Sufi..Buktinya beliau menentang Ayahanda dengan Ilmu Tua ( Ahli Sufi ) maka timbul lah yang di katakan Fahaman Kaum Muda bermula daripada sa’at itu di Indonesia. Sebebelum Al-Marhum meninngal Dunia Beliau sempat bertemu dengan sahabat lamanya untuk memperbetulkan semula dan mengaku fahaman asal perjalanan Ayanhandanya dan sempat ber Bai’at dengan kawan lamanya sebelum beliau wafat.Panjang ceritanya untuk di Huraikan pada sa,at ini.
Para ahli Sufi kesemuanya bermula dengan ber bai’at dengan Syeikh / Guru Mursyid yang mempuyai Rantaian Salsilah tiap-tiapSyeikh hingga sampai kepada Rasullullah ini lah perjalan orang-orang ahli Tarekat tak kira di mana di dalam Dunia ini.Syeikh ini lah yang di katakan Ulamak Warissatul Ambi’ak yang memegang amanah dari Rasullullah ( Pesakanya )ertinya perjalanan Ketuhanan. Orang dapat berBai,at adalah yang terpilih sahaja jika Allah mengkehendakinya apabiala Pintu hatinya telah terbuka dengan sendiri bukan cara ikut-ikutan atau paksaan..mereka ini di dalam Gulungan Umat Mujabah erti Umat yang di perkenankan.dari sini barulah bermula perjalanan tiap Salik tersebut sama ada berjaya atau kecundang di tengah jalan menuju kepada Allah Subhana waTa’ala…bagaimana kita pula…?kerana Rasullullah mengajar Tauhid selama 13 Tahun dahulu sebelum Rukun Sembahyang dapat di kerjakan..Ertinya perjalanan Tauhid adalah Ilmu untuk Umatnya keluar daripada Syirik. !.) Syirik Jali, 2.) Syirik Tajali 3.) Syirik Khafi dan 4. ) Syirik Muafi
jika dapat kita keluar daripada Ke Empat tersebut baharulah sempurna Iman Kita terhadap Allah Subhana Wata’ala. Inilah perjalan orang-orang Ahli Sufi dan seterusnya.
dari sini baharu kita dapat menjiwa kata-kata dan Syair Para Ahli Sufi yang dalam itu dan faham maksud peninggala Syair tersebut..Jika tidak hanya tinggal cerita sahaja tanpa tahu Hujung Pangkalnya.apa tah lagi untuk menyelami Ayat-ayat Al Qura’an dan Hadith Qutsi Rasullullah. Wallah Wa’ Alam.
ANGGATRIHIMAWAN (@ANGGATRIHIMAWAN)
November 5th, 2011 pada 06:54
SIP
ade
April 16th, 2012 pada 01:45
bagaimana tokoh lainnya, sperti Buya Hamka, Nawawi Bantani, dan lainnya??/
rudi susanto
April 24th, 2012 pada 14:22
Ass. terima kasih atas adanya blog ini n lw all pecinta tasawuf tau dimana masih ada keturunan syeh tersebut di atas saya mohon informasinya
wslm…………………..
KH Syafruddin Kurdi
Juni 20th, 2012 pada 08:22
DOA MANTRA UNTUK MU WAHAI ULAMA SUFI MUDA PROF.DR.KH.NANANG HARIADI (GUS HAR)
MENYALALAH DENGAN TERANG AURA TUBUHNYA KH.NANANG HARIADI KETUA UMUM DPP KOBUKI.
1) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRA SAHASRANANYA GUS HAR AJARAHAM DPP KOBUKI
2) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRA AJNA NYA KH.NANANG HARIADI (GUS HAR) PENGASUH PONPES BAMBU KUNING.
3) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRANYA VISUDOHINYA (GUS HAR) KH.NANANG HARIADI PEMBINA YAYASAN PONPES AL SADZLI.
4) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRA ANAHATTANYA NANANG HARIADI (GUS HAR) PENASEHAT YAYASAN AL SYAMSIYAH.
5) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRA SOLAR FLESUSNYA NANANG HARIADI KOMISARIS KOPI MENGKUDU.
6) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRA NABHINYA NANANG HARIADI (GUS HAR) DIREKTUR CV KARYA JAYA.
7) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRA SWASDISTAHNNYA NANANG HARIADI (GUS HAR) PENCIPTA HURUF ASEMOERA INDONESIA.
8) TERBUKALAH DENGAN LEBAR DAN KUAT CAKRA MOOLADHAARA NYA NANAG HARIADI (GUS HAR) PENEMU HURUF JORAB.
Mengurai pandangan Gus Har yang pernah mengatakan bahwa iklas itu terbagi dalam tujuh macam dalam tujuh sebagaimana katanya dalam diskusi tentang Islam percikan tasawuf .
Iklas itu terbagi menjadi menjadi 7 diantaranya :
1 Ikhlas fikiran.
2) Ikhlas lisan
3)Ikhlas qolbi
4)Ikhlas Nafsu
5) Ikhlas jasad
6) Ikhlas Ruhnya
7) Ikhlas billah penyatuan diri kehendak alloh.
Sampai saat ini Gus Har yang saya juluki Ulama Sufi muda yang dapat maunah dari Alloh Swt.
Belum pernah menjabarkan tentang ikhlas fikiran dan pelaksanaan nya.
Tapi yang jelas saya sepakat kalau Ikhlas itu mempunyai tujuh maqom pada diri manusia. Dan pernah suatu ketika Gus Har atau Prof.DR. KH.Nanang Hariadi mengatakan pernah bermimpi ketemu Nabi Muhammad . Bagaiman menurut pandangan dan pendapat anda tetndang Mimpi gus har tersebut . ……? dan bagaimana jika ada orang membaca puisi doa seperti di bawah ini ….?
AJI PUTIH MAYA ERANG, AJI ERANG MAYA PUTIH , REMUNE JAGAD KABEH ,IYA INGSUN NANANG HARIADI UTAWI GUS HAR TAN KETINGGALAN , LA ILAHA ILALLOH MUHAMMAD ROSULU’LOOH.
Salam doa mantra buatmu Wahai sang Ulama Sufi Muda Prof.DR.KH. Nanang Hariadi atau Gus Har Ketua Umum DPP KOBUKI .
Dari kami yang merindukan orang sepertimu ..?
Dariku sang Musafir ditengah gurun Pasir kezuhudan dibalik terali besi penjarah ketaqwaan diatas Gunung merapi keikhlasan dibalik tenggelamnya mutiara kemakmurana Bangsa dan Negara dipusaran Bumi kesyukuran dibalik dinding Kema’rifatan makhluk Tuhan.
Tertanda
Bogor 18 Juni 2012
KH Syafrudin Kurdi
Telp 087877682869