MAHASISWA CINA BOLEH CIUMAN DIKAMPUS

Nanjing Normal University Taizhou College ( NNUTC ), telak menarik kembali rencana kontroversial. kampus ini menarik rencana yang akan memberi mbalan untuk foto yang diambil dari pasangan mahasiswa yang menunjukkan prilakunya tidak pantas , seperti memeluk dan berciuman.penarikan itu sekalian membantah bahwa pemberitahuan itu disetujui oleh puhak kantor kemahasiswaan (SAO). pada akhirnya maret. SAO mengumumkan akan membentuk Tim untuk memeriksa prilaku yang tak senonoh dilingkungan kampus, termasuk merokok membuang sampah sembarangan dan prilaku yang tidak layak yang dilakukan oleh pasangan mahasiswa.

SAO  menyatakan akan mengumpulkan foto dari prilaku tidak pantas ini, dan mahasiswa yang menyerahkan foto tersebut akan menerima imbalan. pengumuman ini memacu kontroversi. mahasiswa mengeluh hal ini sebagai pelanggaran terbuka sebagai privasi mereka.

“kebijakan ini mendorong kegiatan pengintaian dan ampur tangan urusan orang lain. katakanlah satu foto bocor di dunia maya, itu tentunya akan sangat mengerikan” kata seorang mahasiswa dicina National Radio ( CNR), seperti dikutip dari global Times ( 25/4).

seorang mahasiswa yang bernama Cao Luo menyatakan, ciuman antara dua orang dewasa adalah hal yang alami dan tidak seharusnya diatur sedemikian rupa. sementara itu, beberapa mahasiswa rencana ini baik untuk mempertahankan suasana sipi dikampus, namun pihak pihak kampus dinilai terlalu jauh.

Direktur Kantor Urusan Mahasiswa NNUTC, Shen Chenximenyatakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sikap mahasiswa dikampus. namun pihak stafdikantor urusan mahasiswa . Wei Zheng membantah bahwa hal ini telah disetujui pihaknya. ” kami salah paham. kami tidak pernah menerapkan kebijakan yang mendorong siswa untuk mengintai satu sama lain,” jelasnya.

Zheng mengaku telah mendiktekan isi pengumuman keorganisasi mahasiswa untuk mengeloladan memeriksa perlakuan yang tidak semestinyaa dilingkungan kampus” mungkin beberapa anggota tim berfikir mengumpulkan foto adalah cara terbaik untuk mendukung pekerjaan mereka dan menyatakan hal ini tanpa memberi tahu saya”, katanya.

Zheng menegaskan telah menarik semua pengumuman dikampus dan disitus sekolah . seorang mahasiswa bermarga Tan yang bertanggung jawab atas pengumuman ini mengaku telah menerima beberapa foto melalui surat elektronik sejak pengumuman itu dibuat. ( Baijing, Prohaba 26/4)

Panitia Tender Skpd Pendidikan Aceh Barat Kangkangngi Perpres No 54

Cv.jasa bumoe atjeh merasa terzalimi.


GSF aceh. Penitia pengadaan barang dan jasa skpd pendidikan kabupaten aceh barat yang beralamat dijalan bakti pemuda nomor 04 gampong seunebok kecamatan johan pahlawan kabupaten aceh barat mengeluarkan pengumuman pemenang lelang nomor: 071-disdik/ppl/pan/ppbj/pemkab-ab/2011 pada hari selasa tanggal 19 april 2011 yang ditempelkan dipapan pengumuman skpd pendidikan.

Pada pengumuman pemenang lelang nomor: 071-disdik/ppl/pan/ppbj/pemkab-ab/2011 salah satu pemenang paket RKB SDN Lancong urutan pemenang 1 (satu) yaitu perusahaan Cv. Beuna Citra dengan harga tawar 268.879.000.-dengan pemotongan harga 3.70% dari HPS/OE 279.200.000.- Atas nama Cv. Beuna Citra direktur Nasmaizar Fadri untuk keterangan data perusahaan dapat dibuka dihttp://www.lpjk.org/modules/2010/detail_registrasi_badan_usaha.php?ID_Badan_Usaha=10896&ID_Propinsi=01

Kemenangan Cv. Beuna Citra direktur Nasmaizar Fadri mendapat protes keras dari para perusahaan lain yang sama sama mengikuti proses lelang karena pada saat pembukaan penawaran hari selasa tanggal 1 maret 2011 yang lalu perusahaan ini katanya tidak sesuai (TS) yang seharusnya gugur, namun telah dimenangkan panitia lelang padahal perusahaan tersebut telah salah pada paket yang ditawarkan yaitu RKB SDS LANCONG seharusnya sesuai addendum adalah RKB SDN LANCONG kata direktur CV Jasa Bumoe Atjeh.

Direktur Cv. Jasa Bumoe Atjeh menerangkan pada saat pemasukan penawaran pada hari selasa tanggal 1 maret 2011 berjumlah lima perusahaan yang memasukan penawaran yaitu satu Cv. Paramitha Karya Cipta yang berstatus tidak sesuai (TS) pada masa laku jaminan, dua Cv. Jasa Bumoe Atjeh dengan status lengkap, tiga cv. Jasa Saudara status lengkap, empat Cv. Beuna citra dengan status tidak sesuai (TS) pada paket yang ditawar dan ke lima Cv. Novenda dengan status tidak sesuai (TS) pada paket yang ditawar.

M.Rizal mengatakan pada gsf yaitu pemenang lelang paket pengadaan ini seharusnya iantara dua perusahaan yaitu Cv. Jasa Bumoe Atjeh atau cv. Jasa Saudara, salah satu perusahaan ini sewajibnya dimenangkan jikalau panitia tidak main tipu muslihat atau tidak berbuat curang dengan menzalimi perusahaan yang benar ini dengan memenangkan perusahaan yang sudah tidak sesuai (ts).

M.Rizal direktur cv. Jasa Bumoe Atjeh rabu (20/4) mengatakan panitia lelang telah kangkangi perpres no 54 tahun 2010 dengan memenangkan cv. Beuna citra dan perusahaan yang lain terzalimi oleh panitia lelang di skpd dinas pendidikan aceh barat. Berikut profil perusahaan cv. Jasa Bumoe Atjeh dapat dibuka dihttp://www.lpjk.org/modules/2010/detail_registrasi_badan_usaha.php?ID_Badan_Usaha=8860134&ID_Propinsi=01

M.Rizal mengatakan perubahan Keputusan presiden republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 Tentang Pedoman pelaksanaan Pengadaan barang/jasa pemerintah dengan Peraturan presiden republik Indonesia Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan barang/jasa pemerintah dengan harapan perubahan sikap panitia yang telah dilakoni bertahun tahun dapat berubah dan dengan prerpren para perusahaan dapat meraih keadilan, namun panitia dengan beraninya melanggar dan mengangkangngi perpres 54 sehingga Cv.jasa bumoe atjeh terzalimi. Katanya pada gsf(tim gsfaceh)

utk lebih jelas silahkan dihubungi:

Kontak person M.Rizal direktur Cv.jasa bumoe atjeh: 085260353488
Ketua panitia lelang: Umar Junaidi : 085275153372
Kep SKPD pendidikan: BISMI, S.Pd: 081377310925

Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Aksi Kumpul Botol

 

Pada hari sabtu (26/3) Pema UTU sudah mendirikan posko penampungan botol di depan kampus UTU dibawah batang kelapa sawit dalam perkarangan kampus Universitas Teuku Umar.Mahasiswa UTU melakukan aksi kumpul botol kaca bekas. yang dibebankan pada mahasiswa dan mahasiswi wajib membawa botol permahasiswa tiga botol dan kalau lebih diterima juga.Aksi kumpul botol yang mereka lakukan untuk dijual botol tersebut kemudian uang nya diberikan pada yayasan sebagai biaya tambahan pembuatan sertifikat tanah UTU kata irfan ketua pema Utu.

 

Sertifikat tanah utu yang semenjak tahun 1984 sampai 2011 sudah 27 ( dua puluh tujuh) tahun dan 9 (sembilan) orang bupati telah berlalu namun sertifikat tanah belum ada sampai hari ini.Maka mahasiswa melakukan aksi partisipasi pengumpulan botol sebagai bentuk dukungan cepat selesainya sertifikat tanah yang memerlukan biaya rp 81 juta katanya.

 

Aksi pengumpulan botol ini mulai dilkakukan hari ini sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan dan hari ini tanda dimulainya pengumbulan botol baru dilakukan bagi pengurus pema UTU saja , sedangkan pada mahasiswa-mahasiswi di 6 (enam) fakultas dan 13 ( tiga belas ) program studi (prodi) dilakukan sosialisasi oleh Bem (Badan eksekutif Mahasiswa) masing -masing fakultas kata irfan.

Ini aksi solidaritas sebagai bentuk kepriatinan karena sertifikat tanah tak kunjung ada, padahal ini salah satu syarat yang belum terpenuhi untuk penegrian UTU kebanggaan masyarakat pantai barat selatan.

kata Irfan sebelum dilakukan audit oleh akuntan publik dan penyerahan aset dari pemda ke yayasan dan yayasan kemendiknas sebelum penyerahan aset ini dilakuakn maka sertifikat tanah harus tuntas sebagai suatu syarat pentng proses penegrian UTU.

 

Irfan mengatakan aksi yang dilakukan hari ini baru kalangan pengurus pema saja yang melakukan, sudah terkumpul botol ratusan buah, semoga hari minggu dan seterusnya terus mengalir sumbangan botol-botol dari mahasiswa.

contak person :

Ketua Pema UTU : Irfan Sutia hp: 085260031027

Pj Rektor UTU : Ir.Rusdi Fizin, M.Si hp: 085277582975

 

 

UNIVERSITAS BAPERJAKAT ACEH BARAT’’ TER UNGGUL DI INDONESIA

Terindikasi Kalahkan 10 besar Universitas yang diburu calon mahasiswa tahun 2011
Menurut pengamatan grassroots society forum (gsf) Universitas baperjakat kabupaten aceh barat lebih unggul dari kampus dan universitas manapun di indonesia, ini terbukti dari jabatan yang diperoleh para sarjana bertambah dan mendapat gelar baru sesuai dengan jabatan yang dikendalikanya, walaupun secara nyata tidak ditulis gelar seperti yang dianugrahkan oleh sebuah universitas lain,

Nyatanya mereka mendapatkan jabatan sesuai produksi universitas baperjakat yang diwisuda atau dilaktik oleh ‘’Rektor Baperjakat’’ dan mendapat tunjangan dari anggaran negara. Seperti Beberapa penjabat didalam struktur kabupaten aceh barat yang dapat gelar baru yang menjabat Esalon II dan Esalon III sebanyak 25 orang dan kalau esalon IV cukup banyak yang seperti 25 orang ini.

Kata masyarakat diwarung kopi yang tidak mau disebut namanya, inilah yang terindikasi salah satu penyebab defisit anggaran dan amburadulnya pemerintahan dalam berbagai bidang karena bukan ditepati oleh orang yang sesuai dengan disiplin ilmunya dan karbitan.

Terindikasi Kalahkan 10 besar Universitas yang diburu calon mahasiswa tahun 2011
Menurut pengamatan grassroots society forum (gsf) Universitas baperjakat kabupaten aceh barat lebih unggul dari kampus dan universitas manapun di indonesia, ini terbukti dari jabatan yang diperoleh para sarjana bertambah dan mendapat gelar baru sesuai dengan jabatan yang dikendalikanya, walaupun secara nyata tidak ditulis gelar seperti yang dianugrahkan oleh sebuah universitas lain,

Nyatanya mereka mendapatkan jabatan sesuai produksi universitas baperjakat yang diwisuda atau dilaktik oleh ‘’Rektor Baperjakat’’ dan mendapat tunjangan dari anggaran negara. Seperti Beberapa penjabat didalam struktur kabupaten aceh barat yang dapat gelar baru yang menjabat Esalon II dan Esalon III sebanyak 25 orang dan kalau esalon IV cukup banyak yang seperti 25 orang ini.

Kata masyarakat diwarung kopi yang tidak mau disebut namanya, inilah yang terindikasi salah satu penyebab defisit anggaran dan amburadulnya pemerintahan dalam berbagai bidang karena bukan ditepati oleh orang yang sesuai dengan disiplin ilmunya dan karbitan.

Berikut nama-nama lulusan mahasiswa universitas baperjakat kabupaten aceh barat:

No Nama Penjabat (mahasiswa) Disiplin Ilmu sebelumnya Jabatan yang diperoleh berdasarkan pelaktikan ‘’Rektor Universitas Baperjakat’’ Indikasi gelar sarjana baru yang diberikan universitas baperjakat
1 Marhaban, SE Sarjana Ekonomi Kepala SKPD PU Bina Marga Sarjana Teknik (S.T.)
2 Drs. Muharir Syariah (F. tarbiyah) Sekretaris SKPD PU Bina Marga Sarjana Teknik (S.T.)
3 Azhari, S.Ag. MSi Sarjana Dakwah & Ekonomi Kabag ADM dan Pembangunan Sekdakab Sarjana Teknik (S.T.)
4 Drs.Wahyuddin Sarjana PAI (Tarbiyah) Kabid Program SKPD Pendidikan Sarjana Teknik (S.T.)
5 H.Saiful. HS, S.Pd.SD Sarjana Pendidikan Kabid Dikdas SKPD Pendidikan Tidak sesuai
6 T. Helmy P, SP, MM Sarjana Perikanan Kepala SKPD Perkebunan dan Kehutanan Sarjana Kehutanan (S.Hut.)
7 Ir. Nasrita Sarjana Pertanian Kepala SKPD Perikanan/Kelautan Sarjana Perikanan (S.Pi.)
8 Muhammad Adnan SMA Camat Woyla Timur Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP)
9 Ibnu Umar, S.Pd Sarjana Pendidikan Camat Arongan Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP)
10 Drs Zulkarnain Sospol Kep SKP Pertambangan, perindustrian, Perdagangan dan koperasi Sarjana Ilmu Alam – Fisika, Biologi, Kimia, Matematika (S.Si.)
11 dr.Muhammad Fuqansyah Dokter Umum Direktur Rumah Sakit Cut Nyak dhien Magister Kesehatan (M.Kes.)
12 Saiful AB, S.E. Sarjana Ekonomi Kep SKPD Perhubungan dan Telekomunikasi Sarjana Sains Terapan (S.ST.)
13 Tjut Yanti Polem, S.H. Sarjana Hukum Kabag Ekonomi dan Investasi sekdakab Sarjana Ekonomi (S.E.)
14 Mawardi, S.E. Sarjana Ekonomi Kep KPPT Sarjana Hukum (S.H.)
15 M.Nasir HR, S.E. Sarjana Ekonomi Sekretaris SKPD Kelautan dan perikatan Sarjana Perikanan (S.Pi.)
16 B.Surya Bakti, S.E. Sarjana Ekonomi Sekretaris SKPD BPPKP Sarjana Pertanian (S.P.)
17 Bustam, S.E. Sarjana Ekonomi Kabag Kepegawaian Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP)
18 T. Azhari, S.P. Sarjana Pertanian Kabid Perencanaan Ekonomi dan ketenagakerjaan pada BPPD Sarjana Ekonomi (S.E.)

19 Drh. Amaryanti Dokter hewan Kabid pengembangan tehnologi dan informasi pada BPPKP Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP.)
20 Masykur, S.E. Sarjana Ekonomi Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan pada BPBPBD Sarjana Teknik (S.T.)

21 Anwar, S.E. Sarjana Ekonomi Kabid Kehutanan Sarjana Kehutanan (S.Hut.)
22 Cut Rosbiana, SE Sarjana Ekonomi Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Dinkes) Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.K.M.)

23 T.R. Ridwan, SE Sarjana Ekonomi Kabid pelaporan pada Dinkes Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.K.M.)
24 Syamsuar, ST Sarjana Teknik Kabid Perindustrian dan perdagangan Sarjana Ekonomi (S.E.)
25 MEURAH ALI, S.Sos Sarjana Sosial Kepala SKPD DPKKD Sarjana Ekonomi (S.E.)
data lengkap downloadhttp://gsfaceh.com/download/datapendidikan/Universitas%20Baperjakat%20Aceh%20Barat%20Kalahkan%2010%20besar%20Universitas%20yang%20diburu%20calon%20mahasiswa.pdf

Tiga Universitas Paling Diburu Calon Mahasiswa
TEMPO Interaktif, Bandung – Dalam waktu yang tak lama lagi, lulusan SMU bakal berebut masuk perguruan tinggi. Mereka akan berduyun-duyun menyerbu universitas negeri yang ada di Indonesia.

Menurut Kepala Humas Universitas Padjadjaran, Bandung, Wenny Widyowati, jumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dari jalur undangan di seluruh Indonesia sekitar 132 ribu siswa kelas XII. “Universitas Padjadjaran termasuk dalam tiga besar perguruan tinggi negeri yang paling diminati,” ujarnya, Selasa, 22 Maret 2011.

Anggota Kelompok Kerja Humas Panitia Pusat SNMPTN, Bambang Hermanto mengatakan, peringkat teratas adalah:
1. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kampus yang membuka 68 program studi itu diminati 34.922 pendaftar.
2. Posisi kedua ditempati Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Sebanyak 32.363 pendaftar bersaing masuk ke 55 program studi.
3. Sedangkan kampus favorit ketiga dipegang Universitas Padjadjaran, Bandung, dengan 27.292 pendaftar.

Berikut peringkat 10 perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan jumlah pendaftar terbanyak lewat SNMPTN jalur undangan.
1.Universitas Gadjah Mada, 34.922 pendaftar.
2.Universitas Indonesia, 32.363 pendaftar
3.Universitas Padjadjaran, 27.292 pendaftar
4.Universitas Diponegoro, 23.010 pendaftar
5.Universitas Brawijaya, 21.560 pendaftar
6.Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 19.258 pendaftar
7.Universitas Negeri Yogyakarta, 19.254 pendaftar
8.Institut Pertanian Bogor, 17.203 pendaftar
9.Universitas Negeri Surabaya, 16.655 pendaftar
10.Univesitas Negeri Semarang,16.258 pendaftar
Sumber http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7581431

GSF ACEH TAWARKAN DUA SOLUSI PENYELESAIAN KEMELUT UTU

Lanjutkan pemilihan yg tetunda & atau adakan pemilihan baru.
Meulaboh. Universitas teuku umar (UTU) dibawah yayasan pendidikan teungku dirundeng meulaboh yang didirikan dengan Akta Notaris Hamanongan Silitonga, SH No. 45 tahun 1984 dan diubah dengan Akta Notaris Munir, SH No. 32 tahun 1996 kemudian diubah dengan Akta Notaris Azhar Ibrahim, SH No. 155 Tahun 2009 dengan nama Yayasan Pendidikan Teuku Umar Johan Pahlawan(yapentu jopah).

Asal mula adanya utu adalah; UTU milik pemerintah daerah yang membuka dua sekolah tinggi yaitu STI-P ( Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian) yang berkampus di ujong karang desa Suak Indra Puri jalan DR. Sutomo No 1 meulaboh dan STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) yang berkampus di komplek mesjid nurul huda jalan teuku umar desa kampung belakang meulaboh .


Lanjutkan pemilihan yg tetunda & atau adakan pemilihan baru.
Meulaboh. Universitas teuku umar (UTU) dibawah yayasan pendidikan teungku dirundeng meulaboh yang didirikan dengan Akta Notaris Hamanongan Silitonga, SH No. 45 tahun 1984 dan diubah dengan Akta Notaris Munir, SH No. 32 tahun 1996 kemudian diubah dengan Akta Notaris Azhar Ibrahim, SH No. 155 Tahun 2009 dengan nama Yayasan Pendidikan Teuku Umar Johan Pahlawan(yapentu jopah).

Asal mula adanya utu adalah; UTU milik pemerintah daerah yang membuka dua sekolah tinggi yaitu STI-P ( Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian) yang berkampus di ujong karang desa Suak Indra Puri jalan DR. Sutomo No 1 meulaboh dan STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) yang berkampus di komplek mesjid nurul huda jalan teuku umar desa kampung belakang meulaboh .

Pemrakarsa pertama lahirnya UTU adalah pada saat bupati Malik Ridwan Badai, S.H. yang sekaligus sebagai ketua yayasan teungku dirundeng meulaboh, kemudian ketua yayasan teungku dirundeng beralih kepada bupati Drs. T. Rusman (Alm), Drs, Nasruddin, Drs. Syahbuddin, Drs. Sofianis (Alm), Drs. T. Alamsyah Banta dan terakhir bupati Ramli.MS sebagai ketua yayasan karena bupati aceh barat maka dengan sendirinya menjadi ketua yayasan yang saat ini Pembina yayasan.

Menurut pengamatan gsf (grassroots society forum) semenjak tahun 1984 yang pertama adalah Akdemi pertanian yang di ketuanya adalah Alm Ir.Kaharuddin, kemudian diketui oleh Ir. Nasaruddin Ibrahim yang sekarang Bupati Aceh Tengah, Kemudian Akdemi Pertanian berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) yang ketuanya adalah Ir. Zulfian Ahmad Mantan Bupati Aceh Jaya, setelah itu diganti ketua oleh Ir. Rusman Salam yang saat ini menjabat Kepala Skpd Bina Marga Aceh Jaya dan selanjutnya ketua Stip adalah Ir. T.Erwansyah, M.Si yang saat ini sedang mengambil S3 di Malaysia dan pada saat itu berubah nama menjadi Fakultas Pertanian yang digantikan Dekan fakultas pertanian oleh Ir. Ruszi Faizin, M.Si yang saat ini Pj. Rektor UTU dan yang terakhir saat ini PJ Dekan pertanian adalah Putra Susila, S.P.

Pada tahun 2006 Sekolah tinggi ilmu pertanian berubah bentuk menjadi Universitas Teuku Umar yang berkembang menjadi enam buah fakultas dan tiga belas jurusan ( 13 program study), Berdasarkan keputusan SK Dirjen Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 262/D/0/2006 tanggal 10 Nopember 2006 dan telah diubah dengan Permendiknas Nomor 200/D/O/2009 Tanggal 31 Desember 2009.
Kelahiran UTU dengan visi: perguruan tinggi adalah menjadi universitas terdepan di tingkat regional, nasional, dan internasional dengan memiliki peran strategis terhadap pembangunan daerah dengan menghasilkan sumberdaya berilmu pengetahuan dan mengembangkan teknologi yang berkualitas dan berkepribadian islami dan misi: perguruan tinggi adalah mengkoordinasikan dan menyelenggarakan program pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan seni budaya yang relevan dengan kebutuhan pembangunan baik regional, nasional, dan internasional. (2) menghasilkan dan menyebarkan hasil-hasil pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk peningkatan produktivitas dan kualitas masyarakat melalui tenaga profesional yang islami.

Pada tahun 2009 yayasan teungku dirundeng meulaboh berubah menjadi yayasan yapentu jopah (yayasan pendidikan teuku umar johan pahlawan) yang pembina yayasan Bupati Aceh Barat Ramli.MS dengan ketua Yayasan Haji T. Bustami Puteh, S.E. Dan Rektor petama Drs.H. Alfian Ibrahim, MS.

Pemilihan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) yang berlansung pada hari kamis (5/8/2010) pukul 11.00 wib di Aula gedung kampus Alue Peunyareng untuk masa kepengurusan priode 2010-2014 yang turut dihadiri ketua yayasan T.Bustami Puteh, S.E. hadir juga para kandidat rektor, bedasarkan hasil pemilihan, masing-masing mendapat suara Drs. Alfian Ibrahim, MS mengatongi 9 (sembilan) suara dengan saingan Dr.Edwarsyah, S.P, MP yang mengatongi 8 (delapan) suara dan Ir. Abdul Malik ali, M.si tidak mendapat satupun suara dari total 17 (tujuh belas ) suara senat universitas yang diperebutkan.
Karena salah penafsiran statuta akhirnya pihak yayasan menetapkan PJ rektor utu. Ir Rusdi Faizin M.Si, menjadi penjabat Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh menggantikan pejabat lama, Drs Alfian Ibrahim, MS yang telah habis masa jabatannya pada akhir Oktober 2010 lalu. Dalam SK PJ disebutkan jabatan itu berlaku selama enam bulan ke depan yang akan berakhir pada bulan mei 2011.Lanjutkan pemilihan yang tertunda Berdasarkan pengamatan gsfaceh terhadap proses pemilihan rektor utu ada syarat yang terlupakan baik oleh senat universitas, panitia pemilihan dan yayasan, adapun syarat yang terlupakan yaitu sesuai statuta UTU pasal 25 ayat 1 senat universitas mempuyai tugas dan wewenang. huruf i) Mengajukan tiga orang calon Rektor kepada pengurus Yayasan, yang terpilih berdasarkan suara terbanyak dalam Sidang Senat Universitas untuk disahkan sebagai calon rektor oleh yayasan. huruf j) Memilih rektor melalui Sidang Paripurna Senat Universitas. huruf k) Mengajukan rektor terpilih kepada yayasan untuk di kukuhkan Sebagai rektor definitif. Baca statuta utu.

Jika dianalisa lebih mendalam pemilihan rektor utu berlansung dua kali sehingga saat ini tugas panitia dan senat mengirim tiga nama tersebut untuk disahkan dan setelah pengesahan calon baru senat memasuki huruf j). Memilih rektor melalui Sidang Paripurna Senat Universitas dan tahab berikutnya adalah meng inflimentasikan huruf k) Mengajukan rektor terpilih kepada yayasan untuk di kukuhkan Sebagai rektor definitif. Baca statuta utu pasal 25 .

Melalui rapat senat universitas jika dilanjutkan pemilihan yang sebelumnya telah tertunda maka dilakukan pemilihan kembali setelah disahkan calon rektor oleh yayasan, namun ini harus diputuskan melalui rapat senat universitas solusi mana yang diambil untuk UTU cepat ada rektor difinitif bukan memaksa pelaktikan rektor yang pemilihannya masih terindikasi cacat proses. Adakan pemilihan baru
Karena telah terjadi kemelut dan tarik menarik terhadap rektor utu maka solusi kedua diadakan pemilihan baru dengan kandidat rektor baru serta benar-benar merujuk pada statuta UTU, hal ini diputuskan oleh senat UTU dengan dua tawaran yaitu lanjutkan pemilihan yang lama atau lakukan pemilihan yang baru dengan konsekwensi tiga kandidat sebelumnya tidak maju lagi karena mereka merupakan senior tempat kita minta petuah jadi tempatkan mereka ditempat yang lebih tinggi, bukalah lembaran baru agar terbebas dari konflik internal UTU, do’a kami semoga utu cepat negri dambaan masyarakat barat selatan. Abdul Jalil (direktur Gsf) pemerhati pendidikan berdomisili dimeulaboh aceh barat.
BAGAIMANA PENDAPAT TEMAN-TEMAN…..? DAN ATAU SOLUSINYA…? MOHON PARTISIPASI!!!!!!

PERGERAKAN PEREMPUAN

Gerakan perempuan dan perubahan sosial: studi terhadap gerakan

perempuan usaha mikro dalam menarasikan identitas diri sebagai warga

masyarakat dan warga negara: The women movement and social

change: the study of micro enterprise women to narrate self, identity as

women of civil society and civil state

Gerakan sosial yang terjadi di Negara Berkembang, termasuk Indonesia sangat berkaitan dengan masalahpembangunan dan konstruksi proyek-proyek Negara maju di dunia Internasiona. Gerakan perempuan selama

Orde baru terkooptasi oleh politik gender, dan dikotakkan pada ideology ibuisme. Namun setelah orde bare tumbang dan seiring dengan berkembangnya wacana tentang penguatan masyarakat sipil, kini perempuan di lapis paling bawah sekalipun berani menyuarakan aspirasi dan tuntutannya kepada para pengambil

kebijakan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan dan perlu dicermati, apakah munculnya gerakan perempuan akar rumput yang berkembang di berbagai daerah merupakan bagian dari penguatan rnasyarakat sipil sebagai kekuatan rakyat ataukah bagian dari rating social yang telah dirancang Negara dan kekuatan besar Internasional yang maskulin. Kajian terhadap gerakan perempuan ini dilihat dari bagaimana perjuangan ideology dan cultural dalam menggocang system dan struktur yang tidak adil buat perernpuan. Secara umum penelitian ini mengkaji gerakan perempuan yang muncul di akar rumput. Secara kusus mengkaji peran actor gerakan perempuan dalam menarasikan identitas dirinya dalam kehidupan sebagai manusia berjenis kelamin perempuan.

Dan bagaimana perubahan social yang terjadi di masyarakat mempengaruhi pemikiran, internalisasi nilai dan mengubah kehidupan serta menggerakkannya untuk mempengaruhi perempuan lain dan anggota masyarakat dalam membangun tata kehidupan yang adil buat perempuan. Dalam wacana gerakan social, gerakan perempuan dikategorikan sebagai Gerakan Sosial Baru. Gerakan perempuan merupakan gerakan kebudayaan yang ditandai oleh sebuah kritik dan transformasi citra perempuan dalam masyarakat dan oleh lahirnya nilai-nilai etis baru. Menurut de Beaucoir dalam perjalanan sejarah panjang umat manusia, perempuan dicitrakan sebagai sosok yang lain, menjadi the second sex. Dan kekuasaan lakilaki terhadap perempuan ini telah diterima sebagai ideology yang hegemonis. Oleh karena itu pendidikan, kultur dan kesadaran perempuan sebagai bagian Bari masyarakat sipil model Gramsci menjadi sangat panting dalam memperjuangkan identitas dan hakhak azasi mereka. Dengan kesadaran kritis ini pula gerakan perempuan terhindar dari pengaruh dominasi Negara dan ekonomi pasar yang bisa dilihat dari berbagai indicator yang muncul dalam berbagai interkasi dan hubungan yang dijalin para aktor gerakan perempuan.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan informan utama para actor gerakan perempuan yang dipercaya masyarakat untuk mengampu lembaga public dan mempunyi pengaruh besar terhadap gerakan. Pengambilan data dilakukan dengan indepth interview kepada informan utama dan stakeholders gerakan perempuan sebagai triangialasi data, pengamatan langsung dan kajian dokumen serta pustaka berkaitan dengan gerakan perempuan. di Kabupaten Klaten. Hasil temuan kemudian dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif, eksplanatif dan interpretatif. Dan penelitan tergambarkan bahwa kesadaran perempuan untuk menarasikan identitas dirinya yang otonom tidak datang secara tiba-tiba tetapi melalui proses panjang dialog pribadi tentang pengalaman hidup dalam budaya patriarkhi yang membekas

dan akumulatif Upaya menarasikan identitas perempuan dalam proses perubahan sosial dipengaruhi wacana besar gerakan perempuan di Indonesia dan gerakan social yang digerakkan oleh beberapa LSM dan beberapa organisasi rakyat yang ada di Kabupaten Klaten, Jaringan dan Aliansi beberapa organisasi dan gerakan perempuan mampu menyuarakan dengan lebih lantang dan kuat. Sedangkan aliansi gerakan social lintas kelas, gender, ras dan golongan seperti gerakan petard, gerakan moral keagamaan dan sebagainya meningkatkan posisi tawar dihadapan pengambil kebijakan. Aliansi antar elemen gerakan social mempertajam analisis kritis berkait denga posisi dan perspektif perempuan sebagai masyarakat sipil dalam sistem dan struktur kehidupan masyarakat, Negara dan ekonomi pasar. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan perempuan merupakan gerakan kebudayaan yang merubah tata kehidupan yang memberikan ruang buat perempuan dan laki-laki. Penelitian ini mampu membangun pengetahuan perempuan yang selama ini diabaikan tentang apa yang dialami, dirasakan dan dilakukan. Semoga penelitian ini membarikan inspirasi bagi tumbuhnya gagasan batu bagi para aktivis gerakan perempuan. Dan akhirnya semoga penalitian ini bias menjadi bagian bagi gerakan perempuan dalam membangun peradaban yang adil buat perempuan dan laki-laki.

PERGERAKAN MAHASISWA

Mahasiswa adalah kaum terpelajar muda yang berada pada level tertinggi suatu proses pendidikan, dimana pada diri merekalah terdapat sebuah tumpuan harapan rakyat yang sangat besar. Peranan mahasiswa sesungguhnya sebagai individu-individu yang berusaha menyesuaikan diri dengan orang-orang atau golongan yang berusaha mengubah tradisi, dengan demikian akan terjadi perubahan tradisi yang lebih baik dalam dinamika kehidupan masyarakat. Sejatinya Mahasiswa bergerak melalui mekanisme pendidikan aktif dan independensinya tidak dicemari oleh berbagai kepentingan sosio cultural politice yang bertentangan dengan kebutuhan rakyat. Maka muncullah pelaku pergerakan pembelaan rakyat yang sering diistilahkan dengan aktivis kampus.

Aktivis kampus adalah mahasiswa yang mau berpikir, berjuang, dan bersedia menjadi pelaku perubahan yang mengarah pada perbaikan nasib bangsa dengan segenap kemauan dan kemampuan. Mereka bergerak di jalur politik dan aktivis imajiner atau apapun itu adalah bagian dari dunia kampus. Sebagai miniatur negara, kampus memang memiliki keragaman, baik dari aktivitas, pola pikir sampai dengan identitas. Dan dari perbedaan atau pluralitas itu kampus menjadi tempat lahirnya banyak pelaku perubahan yang kemudian berbaur dengan masyarakat.

 

Mahasiswa adalah kaum terpelajar muda yang berada pada level tertinggi suatu proses pendidikan, dimana pada diri merekalah terdapat sebuah tumpuan harapan rakyat yang sangat besar. Peranan mahasiswa sesungguhnya sebagai individu-individu yang berusaha menyesuaikan diri dengan orang-orang atau golongan yang berusaha mengubah tradisi, dengan demikian akan terjadi perubahan tradisi yang lebih baik dalam dinamika kehidupan masyarakat. Sejatinya Mahasiswa bergerak melalui mekanisme pendidikan aktif dan independensinya tidak dicemari oleh berbagai kepentingan sosio cultural politice yang bertentangan dengan kebutuhan rakyat. Maka muncullah pelaku pergerakan pembelaan rakyat yang sering diistilahkan dengan aktivis kampus.
Aktivis kampus adalah mahasiswa yang mau berpikir, berjuang, dan bersedia menjadi pelaku perubahan yang mengarah pada perbaikan nasib bangsa dengan segenap kemauan dan kemampuan. Mereka bergerak di jalur politik dan aktivis imajiner atau apapun itu adalah bagian dari dunia kampus. Sebagai miniatur negara, kampus memang memiliki keragaman, baik dari aktivitas, pola pikir sampai dengan identitas. Dan dari perbedaan atau pluralitas itu kampus menjadi tempat lahirnya banyak pelaku perubahan yang kemudian berbaur dengan masyarakat.
Gerakan mahasiswa tampaknya memang sudah menjadi tuntutan zaman. Ia timbul tenggelam dalam pergolakan bangsa-bangsa yang ingin menata kehidupan demokrasinya secara lebih beradab antara lain dengan mengikut sertakan suara-suara kaum mudanya. Fenomena-fenomena gejolak mahasiswa di tanah air yang eskalasinya sangat luas ini, mengingatkan kita kembali pada sinyalemen seorang pengamat gerakan mahasiswa, Philip G. Albach, bahwa aktivitas kemahasiswaan di dunia ketiga tetap merupakan suatu faktor penting.
Pentingnya peran mahasiswa ini layak kita garis-bawahi, tidak hanya terletak pada posisinya yang cenderung “elitis” sehingga membuat mereka merasa memiliki kedudukan istimewa dalam masyarakatnya. Tapi, juga berkaitan dengan struktur dan lembaga politik di negara-negara berkembang yang dinilai belum mapan, sehingga meniscayakan dampak langsung aktivitas mahasiswa atas politik. Dan juga yang paling utama adalah keterlibatan moral dalam proses politik bangsanya, untuk menemukan sebuah kebenaran yang diidam-idamkan rakyat, yang telah berusaha memulihkan kualitas kehidupan bangsanya. Bukan hanya kualitas hidup yang dicerminkan dalam hal-hal yang bersifat material, tapi yang terpenting juga kualitas demokrasi atau martabat manusia itu sendiri.
Akan tetapi, banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka adalah kaum intelektual murni yang diharapkan masyarakat awam, karena dipandang bebas dari kepentingan politis elit tertentu, mereka tidak mengerti akan substansi dari Tri Darma Perguruan Tinngi itu sendiri. Sehingga sebagian diantaranya salah kaprah akan ke-eksistensian mereka sendiri sebagai agent of change, beranggapan bahwa kuliah hanya sebagai salah satu syarat utama untuk mencari kerja, juga mungkin hanya sebatas ikut trend global bahwa kuliah adalah suatu lifestyle anak muda masa kini dengan berbagai corak tingkah laku yang sebenarnya dapat menghancurkan identitas kemahasiswaan di mata masyarakat.
Mahasiswa saat ini terjebak dengan pemikiran bahwa tugas intelektualitas mereka telah usai pasca reformasi 1998, dan hanya dapat membanggakan reformasi yang telah diperjuangkan oleh para pendahulunya. Mereka tidak bisa merawat dan minimal tidak mampu untuk mengontrol dinamika kehidupan ideal yang diharapkan dari reformasi. Ditambah dengan pola pendidikan praktis dan statis dimana mahasiswa hanya kuliah dengan cara mendengar dan mengikuti aturan baku yang diterapkan kampus, sehingga menghambat pola pikir dan kreatifitas mahasiswa, sejatinya mereka harus dinamis dan tidak dapat dikurung oleh aturan-aturan yang dapat membungkam suara murni dari pergerakan mahasiswa.
Mahasiswa, kampus dan politik merupakan tiga entitas yang dapat saling berikatan. Di kampus, mahasiswa tidak hanya mengisi aktivitas dengan belajar. Mahasiswa dengan berbagai peran sosialnya dapat melakukan aktivitas-aktivitas sosial-politik. Aktivitas ini sekurang-kurangnya dapat dilihat pada fenomena pemerintahan mahasiswa sebagai wujud dari politik kampus. Sebagian kecil mahasiswa memilih menjadi aktivis kampus untuk bisa mewujudkan peran tersebut.
Peran tersebut menjadi tantangan sulit bagi mereka yang belum berpengalaman sama sekali, sehingga seringkali terlihat rapuh dan berkembanglah stigma skeptis dari pemikiran mereka. Sedangkan yang sudah berpengalaman tidak mampu untuk merangkul semua elemen kampus karena beranggapan bahwa hanya dialah yang mampu untuk memimpin suatu pergerakan mahasiswa yang sesungguhnya, sehingga tidak mendapatkan kepercayaaan dari yang lain, hanya bergaul dengan orang-orang tertentu yang dianggap sepadan dengannya (elitis). Tidak pernah mau mendengarkan statement dari mahasiswa yang berada di luar komunitas mereka. Ditambah lagi dengan jumlah mereka yang tidak sampai 11% dari total mahasiswa per kampusnya, dukungan yang tidak didapatkan dari mahasiswa lainnya, skeptisisme tenaga pendidik kepada mereka, juga menjadi hal yang dapat membuat mereka kehilangan directly confidental. Realita bahwa ada hal yang dilupakan oleh aktivis kampus hari ini yakni kondisi teman-temannya yang lain, yang katakanlah non aktivis, dan anggapan bahwa non aktivis adalah apatis. Juga kurangnya peran dari kawan-kawan yang menamakan dirinya sebagai aktivis dengan embel-embel fungsinya untuk melakukan proses penyadaran terhadap mahasiswa lain untuk berjuang membela rakyat secara bersama-sama. Hal tersebutlah yang menjadikan mahasiswa terpecah belah, kemudian terjadi evolusi penyekatan dan pengotakan yang berakibat pada tidak terjadinya harmonisasi di kampus. Pengkotakan komunitas ini akhirnya menjadi semakin kuat. Masing-masing komunitas saling mengklaim bahwa ideologi merekalah yang tepat untuk diperjuangkan dan diterapkan dalam perkembangan masyarakat banyak. Sehingga mereka terjebak dalam sebuah kerangka pemikiran yang menempatkan manusia sebagai objek, bukan lagi sebagai subjek.
Statement inilah yang tanpa disadari mengikis kemurnian perjuangan intelektual mereka. Seringkali pada realitanya pergerakan mereka hanya untuk menunjukan eksistensi komunitas mereka saja di muka khalayak ramai dengan mengatasnamakan rakyat. Pergerakan ini seringkali tidak tahu apa yang seharusnya diperjuangkan, mereka tidak mampu menganalisis problema kehidupan sosial kultural politik yang terjadi dalam masyarakat, tanpa tedeng aling-aling langsung mengadakan aksi atas nama pembelaan terhadap rakyat, padahal dengan aksi merekalah masyarakat kehilangan something of trusting kepada mereka. Masyarakat dibuat bingung dengan aksi pembelaan mereka, pembelaan yang seharusnya ditujukan kepada masyarakat, malah tidak sesuai pada tempatnya. Jauh melenceng dari kesesuaian kebijakan dengan kebutuhan rakyat.
Yang lebih ironis, ada pergerakan atas permintaan elit tertentu untuk memprotes suatu kebijakan yang merugikan kaum elit tersebut, menggunakan mahasiswa sebagai alat bantu penentang kebijakan yang seolah-olah nantinya dipandang masyarakat sebagai kebutuhan rakyat karena diperjuangkan oleh mahasiswa. Mahasiswa tersebut nantinya mendapatkan imbalan tertentu atas aksi yang telah dilakukan. Pergerakan mahasiswa seperti ini tidak seharusnya diacungkan jempol, mereka berteriak-teriak lantang atas nama pembelaan rakyat, akan tetapi dibalik itu terdapat kepentingan elit tertentu, sebenarnya hal ini tidaklah membentuk mental pejuang intelektual pembela rakyat yang sejati, tapi membentuk mental-mental penjilat yang merusak moral masyarakat sendiri.
Perpecahan mahasiswa juga sangat terasa ketika saat pemilihan ketua sebuah lembaga kemahasiswaan, apakah pada level universitas, fakultas dan bahkan pada level jurusan/program study sekalipun. Dapat dilihat dimana kandidat A menjadi pesaing ketat kandidat B dan seterusnya, berbagai ideologi dan strategi komunikasi aktif dikembangkan dan diterapkan dengan berbagai cara, termasuk permainan curang sekalipun. Pasca pemilihan, kandidat terpilih hanya menempatkan orang-orang yang telah membantunya pada saat kampanye, dan hanya yang se-ideologi dengannya yang dimasukkan dalam struktur kepengurusan kabinetnya. Yang berada di luar garis komunitas ideologinya tidak boleh mendekati kepengurusan yang dipaksakan ini, sehingga menempatkan orang-orang non qualified untuk mengatur sirkulasi perjuangan mahasiswa yang seutuhnya. Hal inilah kemudian yang membuat lembaga kemahasiswaan tidak mampu mengakomodasi aspirasi mahasiswa dan masyarakat, sehingga kehilangan jati diri dan kepercayaan dari mahasiswa lainnya.
Sudah saatnya aktivis merubah pola pikir, merubah paradigma statis bahwa aktivis tidak lagi mampu menjadi pembela rakyat. Aktivis sekarang harus menjadi pilar intelektual terhadap problema rakyat. Serta bersih dari kepentingan politis elit atas. Sebelum ke dunia luas, sejatinya harus menyelesaikan problem yang berada dalam lingkungan kampus terlebih dahulu, membebaskan mahasiswa dari jeratan aturan yang merugikan eksistensi mahasiswa. Ini memang sangat ironis, tapi tidak akan menjadi beban ketika yang diperjuangkan adalah kepentingan bersama, dalam artian kaum aktivis tersebut ikut memperjuangkan kepentingan mahasiwa yang terkesan apatis secara konkrit, yang notabene tidak berani bicara dan bertindak walaupun pada dasarnya mereka juga ikut merasakannya. Aksi untuk kepentingan bersama adalah langkah mulia, yang pasti akan ada yang mendukung, walaupun kebanyakan hanya dalam hati. Yang pasti posisi mahasiswa sebagai jangkar dan oposisi yang selalu mengambil garis tegas terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang terhadap rakyat, baik kampus maupun masyarakat luas harus tetap dijaga.
Kita yakin kultur yang baik tak mungkin dibina dengan cara-cara manipulatif dan kotor seperti yang sering kita dengar kalau orang-orang tengah mengecam strategi politik. Mungkin yang harus kita jawab lebih dahulu, apakah perjuangan moral aktivis saat ini benar-benar bisa mempertahankan kemurniannya dari berbagai corak intervensi atau luput dari kepentingan pihak-pihak tertentu? Setelah perjuangannya berhasil, apakah mereka bisa menghindarkan diri dari sikap-sikap easy going, arogansi, sikap membusungkan dada, kekerasan, brutalisme, radikalisme, seperti yang sering kita dengar dari orang-orang yang tidak setuju dengan aksi perjuangan mahasiswa ataupun dari geliat kaum oportunis dan pragmatis yang senantiasa membonceng di balik rintihan anak zamannya?
Dalam gerakan mahasiswa, apalagi jika berpretensi sebagai gerakan moral, bukanlah ukuran kalah atau menang, atau kuat dan lemah, tapi kebenaran yang menjadi perhitungan. Yang menjadi fokus haruslah tetap isu yang mereka kumandangkan, yaitu isu monumental yang harus segera diperjuangkan secara bersama-sama tanpa perpecahan konsep yang berarti. Seandainya pun tidak berhasil, gerakan aktivis mahasiswa akan tetap dikenang sebagai hati nurani zamannya, asalkan mereka tetap pada jalur tanpa kekerasan. Bagi pergerakan mahasiswa tanpa kekerasan, pemisahan gerakan moral dan gerakan politik tidak lagi relevan, karena moral harus juga diperjuangkan secara politik, dan aksi pergerakan politik aktivis mahasiswa harus dijalankan dengan prinsip moral. Semoga gelar aktivis bukan dimaknai sebagai suatu status sosial yang perlu dibanggakan, tapi menjadi sebuah posisi yang harus bisa dipertanggung jawabkan. Perjuangan adalah kenyataan, dan kenyataan yang akan mengantarkan perjuangan kita.

HEWAN JUGA MAHLUK TUHAN

Setiap mahluk hidup didunia pasti punya kebutuhan,baik kebutuhan lahiriah maupun bathiniah…tidak hanya manusia yang harus dipenuhi kebutuhan tersebut hewan dan tumbuhan juga merupakan hal yang utama yang mereka pejuangkan.

Jadi setiap mahluk berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, perlindungan, kebahagiaan , masa depan yang cerah dan hidup bahagia dunia akhirat. Sama hal nya dengan hewan,mereka juga berhak atas semua itu,,,,hewan juga butuh perlindungan, kebagiaan lahit bathin, memperbanyak keturunan dan lain sebagainya.

Kesimpulannya adalah sesama mahluk ciptaan tuhan semua berhak untuk mendapatkan hak- haknya.

MILAD YANG KE_23

16 Maret merupakan hari yang sangat bahagia bagiku karena hari itu merupakan hari jadi nya aku. Namun pada hari itu aku hanya merasakan sepi dikeramaian. Aku mendapatkan banyak ucapan selamat, cipika-cipiki dari rekan sahabat namun aku masih merasa ada yang kurang tanpa kecupan di kening dari someone.hehehe…. tp ya sudah lah jangan terlalu diikirkan.

Seharusnya aku bersyukur karena disekelilingku masih sangat banyak orang- orang yang menyayangi dan mencintaiku.mereka adalah sahabat- sahabat ku yang slalu ada bila aku butuhkan. Dia slalu memberi aku perhatian, kasih sayang ,slalu ada dalam suka maupun duka, slalu memberi solusi ketika aku lagi dalam masalah bahkan mereka slalu dihatiku…… mereka adalah “sahabat- sahabatku”. I LOVE YOU MY friends……………!

MILAD YANG KE_23: http://wp.me/pQXoX-2G

Sejarah HMI Part 1

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.